Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Januari 2016

BIARKANLAH BEGITU



Ketika kata tak terbuktikan apa apa..

Sebuah diary memilukan dan memalukan terjadi pada hari sabtu, 23 Januari 2016
Ini bukanlah sebuah berita, juga bukan sekonyong konyong menjadi buah bibir yang meluluh lantahkan kepercayaan dan persahabatan.  Siapa sahabat siapa, aku tak mau mengakui satu sama lain. Ini hanyalah sebuah gengsi dan rekaan takdir dari yang maha kuasa, bahwsanya melalui dirikulah aku tahu siapa menjadi siapa, dan bagaimana sebuah rasa menjadi kepedihan dan semangat.

Aku, si mpunya yang bertekad menolong banyak orang, justru harus membunuh sahabatnya sendiri. Oleh cara yang santun namun dikhianati para menteri yang sejujurnya gak punya peran apa apa dalam jengkalan kisah 2 orang sahabat senasib sepenanggungan itu, selalin sebagai eksekutor kejam di negeriku sendiri.

Ini tentang kenaifan, dari seorang aku yang setiap kala selalu bersedia menjadi teman dan sahabat baik, tanpa berfikir apakah orang tersebut gula atau menjadi duri dalam daging. Kisah ini akan tercatat khusus dalam tinta emas kehidupanku, bahwa perangai yang kocak selalu dirindukan dan lebih terpercaya, dibandingkan dengan ambisi muluk muluk yang dijalankan dengan caci maki dan marah.

Ah..hikmah,, berkali kali aku mencarinya diantara bejubel sesal dan rasa bersalah setiap kali mengingatnya. Jika kau mampu, akuilah kau mampu, jika kau tak mampu, akuilah tak mampu. Itulah barangkali yang sedikit demi sedikit datang terpatri memenuhi tenggorokan penat yang selalu mengundang air mata, saat aku tahu aku adalah peran utama yang sedang dalam episode jatuh sesaat sebelum kebangkitan.

Ini juga tentang pengakuan dari diriku mengenai sebuah dunia yang seolah olah sedang dalam perhelatan akbar disebuah pesta, namun ternyata minuman yang disajikan memiliki racun dayng tak semua gelas diisinya. Tinggal menunggu siapa yang meminumnya, ia lah yang giliran mati.

Aku nyatakan, aku mengundurkan diri dari dunia peradaban tersebut. Dan menyatakan kalah. Untuk selanjutnya berupaya memenangkan pertandingan di sebuah arena yang didalamnya berisi juri maha adil, maha bijaksana, dan maha penuh toleransi.

Ini lah hidup,dengan bermcam cerita, yang tersebar tanpa melihat alasan dan Fakta….

26 Agustus 2016

___SS_____

Rabu, 03 Oktober 2012

MENUNGGU SANG PENGAGUM


MENUNGGU SANG PENGAGUM
Oleh : Asep Suhermin


Bertanya pada mata hati yang berkerabat dengan kepasrahan. Dalam menunggu ruang yang tak kunju ng dapat di pahami dengan akal sehat. Aku memilih kata0kata pada langit –langit rumah yang berjamur. Tuhan, kiranya aku dapat menunggu sang waktu mengumandangkan adzannya dalam lelapnya tidurku.

Aku menjerit keras, “mampukan aku terkagumi dalam makna seorang biduan?” tak ada seorangpun menjawab

Aku menjerit mengeras, “ mampukah aku tekagumi dalam makna seorang pelacur?” tak seoarngpun menjawab

Aku mengeluh dalam jeritan keras, “mampukah aku dikagumi dalam makna seorang gadis dalam pakian hitam?” aku sendiri menjawab “ hiduplah dalam hakmu sebagi pecinta”

Bilang pada semua pendusta yang sesumbar dengan rayuan-rayuan laknat yang membumi. Untuk sejenak melupakan nafsu dan berpaling kepadaku, sang kejujuran.

“apakah artinya sendiri?” aku bertanya pada gelombang lautan. Dan mereka sama sekali tak mengerti, karena mereka menjadi gelombang tidak pada titik yang mampu ku teteskan pada telapak tanganku.

“lalu apakah artinya hidup dengannya?”  aku bertanya pada riak-riak air di lumbung padi. Dia hanya menjawab, “dengannya aku merasa nyaman”

“lalu apakah artinya sang pengagum untukku?” aku bertanya pada hatiku yang menjawab “pengusir lelah”

Aku bukan penjahat yang membawa senapan dan memaksa untuk melindungiku. Karena sapu lidi yang ku jadikan senjata pun mampu membela  diriku. Janya saja aku tetap terluka dalam pertempuranku melawan anjing-anjing jalanan.

Inikah sebuah perjuangan? Dalam menemukan sang pengagum yang mencat kuku-kukunya sambil bersiul?


22 Juni 2006






SI GADIS TAK BERAMBUT PANJANG



SI GADIS TAK BERAMBUT PANJANG
Oleh : Asep Suhermin

Jengkalan-jengkalan kerapuhan menguak sendiri dalam riak
Melewati titian tangga berderak dalam kelelahan
Engkau menjerit dalam terompet perak
Meniupkan kegalauan cita-cita diujung amarah
Gagal, kembali engkau taburkan

Namun…..
Memang tak ada guna memilih diam

Engkau kembali berayun diujung senja
Namun tak kau perhatikan tahi burung-burung gereja berjatuhan
Bersaing merebut tempat terdekat
Dimana ada batang-batang pohon coklat yang kuat kau sandarkan
Sambil bernyanyi menjemput pagi disore hari

Engkau tersakiti karena kaki-kaki pegal
Jalanan pun terasa penuh bebal

Engkau kulihat menyapu kekesalan
Dengan terus berjalan dalam rambut-rambut tak bertuan
Karena memang kau sendiri tak punya
Hanya kecantikan dibalik kerudung hitam yang terlunglai
Tertiup angin dalam benih-benih puisi

Kini…….
Kau terbaring
Kau terkulai, dalam cermin
Dan bongkahan-bongkahan kubus es balok
Menunggu terpejam dan mencium udara
Menjadi gadis terkuat dalam kelemahan yang menghardik kelopak mata
Akan tetapi, tak kau pedulikan dan pergunakan
Karena memang kau satu-satunya gadisku..setia

Puisi tahun 2004

MENGGUGAT LELAH

MENGGUGAT  LELAH
Oleh : Asep Suhermin

Saat letih tak lagi mampu dirasakan
Hanya pasrah yang mungkin akan terucap
Karena rindu bukanlah sebuah jalan pilihan
Berbatas harapan yang semu kemulai meraih sebuah mahkota

Kini aku mulai kembali berharap ada kekuatan yang terdalam dapat meletihkan keputus asaan. Karena telah 24 tahun aku berpijak dalam ketidak pastian. Mungkin hanya mati yang akan menjawab sebuah kutukan. Inilah aku yang sudah renta dan tak mampu lagi bersujud. Namun aku tegakkan kelopak mata yang sudah tak dapat lagi  terkatup.

Jadi siapa lagi yang harus aku percaya? Dalam aku merenung malam yang tak jua dapat memberikan jawabannya. Haruskah aku tertidur kembali dalam kelelahan?

Kini peluh-peluh telah terbayar keringat. Hanya bergumam dan mengumpat dalam kicauan dan kabar burung. Sebuah motivasi terperangkap untuk terus melaju dalam sebuah cita-cita. Kuharap kau tak pernah ada dan takkan pernah ada. Aku marah saat kau ada dan memanggilmu saat kau tak ada. Kau datang terlalu cepat dan pergi terlalu lambat.

Jadi, jika bayi yang menangis pun kau jamah hingga tertidur, ku harap kau mampu menidurkannya dalam nyenyak. Dan membangunkannya dengan air susu terlihat mata kecilnya. Tapi kau datang dan kembali menyulam kantuk dalam wajah kecilnya setelah terlelap dalam deru-deru tangisnya.

Ah…kuberi laknat dengan rasa ini. Pergi jauh untuk menggapai musnah. Aku tak membutuhkan mu. Jangan kau jamah keabadian dan semangat hidup yang terjalani kami para mahluk. Tapi layakkah aku menggugat mu dalam kau yang kadang kali pula binasa?

Aku tak boleh memintamu mati. Karena kau ada karena aku ada. Semua yang tampak bergelayutan untuk berdiri pada dua kaki yang letih. Kau usik dengan lembut dan kesesalanpun terbingungi. Tetes –tetes yang kerap kali keluar dari mata, dan kusebut air mata, menjadi sebuah contoh bahwa kau tidak diharapkan. Namun saat kelak nanti waktu memulihkan semua menjadi kuat, aku akan bilang persetan jikalau kau datang lagi.

Apalagi jika kau merindukan jejak-jejakku yang aku sendiri sadar akan menghilang tanpa aku harus hapus. Bercanda tawapun kau harus datang. Dalam air mataku pun ku tahu kau tertawa membelai. Menjadi manusia terbaik pun kau tetap belay dalam bingung. Sedianya cukup wajar bagiku letih untuk menjadi cemooh masa menjadi yang terburuk untuk para tetangga.

Hai…kau yang selalu membuat aku mati
Hai….kau yang selalu ku lawan dalam pergulatan menindihmu
Hai…kau yang diam meski tak pernah kalah

Berbagilah kau dengan masa depan dan akan menjadi masa lalu. Kadang aku yang ingin terbangun di tengah malam, kau usik dengan suara bising di telinga yang tak dapat pula kudengat. Kau khayalkan aku dalam sebuah mimpi dan pengharapan yang sesaat.
Kini bertasbih aku mengingat penciptamu.

Kau Ia ciptakan agar ada waktu aku untuk mengenal wajahku.
Kau Ia ciptakan agar aku mampu mendengar suara nadir kecil di hatiku.
Kau Ia kirimkan untuk memenuhi hasrat rasa sakit dalam kesembuhan
Namun, picik rasanya kau ku jamah dan kau ku anjingkan dalam berbagai usahamu menghangatkan aku.

Ini adalah sebuah prosa puisi yang tergugat namun tak pernah perlu digugat. Hanya saja, aku berdiri di podium dengan menerima teriakan kagum tanpa ada rasa ini. Inilah yang ku sebut ingkar dalam keadaan sebenarnya. Jika semua menyadari apa yang ada didepan adalah jalan kelarnya. Yentunya kita hanya harus mencari tanpa harus menggugat apapun yang terlihat, terdengar, tercium dan terpijak. Karena apapun hanyalah warna abu-abu yang sebentar lagi memutih atau menghitam dalam buih-buih keputusan yang kita pilih. Menggugat kekuatan lelah atau mencari kekuatan dalam lelah?


16 Juni 2007


BELUM ADA JUDUL

TAK ADA JUDUL
Oleh ; Asep Suhermin

Janin-janin mulai membusuk
Hiruk pikuk kekesalan tak kunjung dapat terobati
Brengsek….
Para pengemis pemburu arak
Andai mampu menjadi penghuni singgasana
Menjadi sang raja
Menyembuhkan aku dalam kelambu-kelambu usang
Kupercikan tubuh-tubuh luka bekas perjalanan
Dalam riwayat kegundahan merayap hingga ke perapian
Anak-anak berlari hingga tak dapat kukejar
Kutangkap…
Dasar anak-anak nakal
Apa yang kirang dariku ?
Apa yang salah dariku ?
Apabila mendung turut kembali menangis
Meringis tertawa melihat wajah kesana kemari dengan anggun
Taring-taring tajam mulai menguapkan rasa lapar
Membidik
Menerkam
Tiang-tiang berdiri karena prinsip
Terbawa angina pasat menuju savanna
Andai ia tahu…….

Puisi tahun 2004

ANGKUH


ANGKUH
Oleh : Asep Suhermin


Mendepak suara parau menjadi kebimbangan
Dalam dekapan kejayaan
Aku angkuh

Suara kembali ketakutan
Hidup tanpa alunan lagu-lagu mistis
Hanya tebakan jitu
Aku angkuh

Dalam roda bergulir keinginan
Suara-suara datar menjemput angin-angin pilu
Merintih
Dalam aku angkuh

Andai jembatan-jembatan runtuh diatas Nil
Atau Niagara kembali kelembah sunyi
Tentu aku akan kembali
Dalam aku angkuh

Dari roda-roda tajam
Menuju kapal terbang diujung tata surya
Bergelayutan seperti mayat
Diberi makan seperti anjing
Karena aku angkuh

Kail-kail memancing diduri-duri kota
Menderu suara bising
Menyembuhkan bercak-bercak tembok dengan lumut
Serpih-serpih menyeru untuk menjemput kabut

Berkabung dalam sebuah pemakaman
Hingga tak dapat kujelaskan
Batu-batu terkutuk bersemayang di pulau Sumatra
Pasir-pasir memedih mata dalam lukisan-lukisan yang tak pernah ada
Mari jujur dalam dusta dan peduli
Bola-bola bilyar dan arak

Aku mencari nafkah namun aku tak pernah menghirup
Penipu……
Aku ditipu……
Dan aku kecewa


Puisi tahun 2004

KANDA, APAKAH KAU SEDANG TIDUR?..


KANDA APAKAH KAU SEDANG TIDUR?
Oleh : Asep Suhermin

Kanda, apakah kau sedang tidur?
Hangatkah engkau dengan kain wol yang membungkusmu?
Hasil menakjubkan dari penyulam sutra dingin
Merajut dalam mata terkatup atau tertutup

Kanda, apakah kau sedang tidur?
Mengusir rasa sakit yang menggulung lidah
Karena
Lelah berjalan di trotoar-trotoar kota
Mencari sampah-sampah dari kuburan dan nisan yang terbawa mati

Kanda, apakh kau sedang tidur?
Menguburmu hidup dalam selimut yang membunuhmu
Bersemayam diatas peti-peti surya yang tampan dengan jas birumu
Menebak akhir dari rentetan cerita untuk anak cucumu

Kanda, apakah kau sedang tidur
Mengalirkan nyamuk untuk menghibur haus darahmu
Tersibak pula tirai saat kumandang adzan yang tak kau tahu
Membelah bulan diluar
Menjadi neon raksasa dalam asmara yang bersenggama

Kanda, apakah kau sedang tidur?
Ajak aku dalam tenangmu
Bermimpi dalam impian gibran untuk istrinya

Kanda, apakah kau sedang tidur?
Karena aku belum meintamu makan


PUISI TAHUN 2007

IMAN



IMAN
Oleh : Asep Suhermin

Berbaring disudut-sudut kamar
Menerjemahkan hawa-hawa yang terhirup
Jalan-jalan basah karena kehujanan, angina dan air hujan
Sembari memikul rasa sakit tetap merangkul aA-kitab
Berderak-derak dalam kemunafikan

Jawaban dari sebuah jalanan terjal
Menghembuskan nafas-nafas dalam detik-detik terakhir, sebuah perjuangan

Iman yang terbawa obat-obat meriang
Kini telah menjadi jawaban-jawaban dalam album
Terjemahan teka teki berkibar dalam suara merdu
Klub-klub rasa suka bergontaian di ubun-ubun para pemabuk

Aku sendiri…
Tak ada orang lain, hanya Dia
Yang mengubah roti-roti tua menjadi kering
Dalam julukan-julukan popularitas yang semu

Pita-pita mesin ketik ini telah kuganti
Sembari menyusun sebuah cerita yang sering berulang
Ku menadah air-air jatuh yang terasa perih
Bertabrakan dengan raga yang menua..tidak ada lagi kekuatan
Aku memang bukan juara lagi, namun hidup adalah pengalaman
Hai cinta, dalam sapaan ku menyapa
Hati-hatilah dengan hujan
Dalam pesannya yang rintik-rintik, tak ada rasa ragu
Selamat tinggal ambisi, karena aku akan mati…

puisi tahun 2004

NERAKA



NERAKA
Oleh : Asep Suhermin


Lafadz-lafadz menuai protes
Siksaan dan jeritan dalam lubang-lubang tak berujung
Mendera cambuk-cambuk api
Terbawa oleh kejantanan mahluk-mahluk Tuhan
Deburan air-air laut terasa manis diseberang benteng ini

Kaki terjulang  keatas dan rambut yang dibakar ke bawah
Kiri dan kanan yang terasa semu

Helai demi helai diperhitungkan
Menjerit dalam dawai-dawai ketidak sengajaan atau kesengajaan
Menjulurkan taring-taring buaya yang menguap didaratan rawa
Aku takut…

Berbisik kembali untuk membicarakan ayat-ayat
Bergema mencari hutan dalam keheningan yang sunyi….dan damai
Jangan pernah berjalan sendiri tanpa seorang teman
Karena neraka akan menghadiahkan baju-baju kebesaran
Dalam dirimu yang telanjang
Menanggung malu namun bersama-sama tidak merasakan
Karena kalian memakan daging-daging babi dalam kelaparan
Patutkah kamu takut?

Pria-pria kekar yang bersembah dalam otot-otot basi
Berkerut mengurus menjadi tulang belulalng
Wanita-wanita cantik
Entah kemana mereka pergi

Jadilah sebuah taman yang menguncupkan wewangian
Wangi yang tak pernah tercium dari mana
Inilah sebuah kebesaran…
Karena wangi itu wangi dalam kebusukan kotoran-kotoran hidungmu
Ya…bau busuk

Ucapkan selamat tinggal pada mimpi-mimpi indah
Mimpimu disaat kau tidur dalam duri-duri
Karena ini memang ada
Benar-benar ada……

                                                                                                            Puisi tahun 2004


DAFTAR RIWAYAT HIDUP



DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Oleh : Asep Suhermin

Mengeong jika aku kucing
Menggonggong jika aku anjing
Beradzan karena kau bayi
Membuat titian cerita untuk masa akhir nanti
Dahi-dahi berkerut karena tak mengerti perjalanan yang penuh resah
Menjadi kolom-kolom dalam baris-baris pernyataan

Aku pernah menuju padang pasir jazirah arab dan Mesir
Aku pernah bermandi salju di Himalaya
Atau berkelahi di kutub Utara
Namun menjadi usang saja dalam legenda-legenda

Mitos bak air
Bersenggama dengan sesepuh usia
Menjelita dalam wajah rupawan dan buruk rupa karena terbakar api
Menjilat darah-darah haram para sastrawab
Berjingkrak dengan gemulai bersama pelacur-pelacur bar kota

Secara kasar ku ubah metal menjadi pastel
Lipstik-lipstik tebal mengoyak awak dan hawa menjadi suara pria
Memang brengsek manusia yang brengsek
Namun aku tidak
Mohon mengerti keajaiban jantung dan otak

Disini dalam susunan
Tersusun untaian mimpi bersama terawang masa-masa depan
Namun aku tak bisa meramal
Hanya dalam buku ku patri asmara dan basah badan
Maka,
Jangan beralih pandangan…

                                                                                                            Puisi Tahun 2004

LUKA DIHATI KEKASIH



LUKA DIHATI KEKASIH
Oleh : Asep Suhermin


Simpan saja luka itu
Biarkan menjadi sisik-sisik melaju dalam keusangan hawa nafsu
Bibit yang mulai melaju menderu dan menderu
Hallo…
Kapan kita bersama lagi ?
Lama sudah tak bertemu

Semut-semut berlarian mencari sampah
Dalam delik mata lebah pun menengadah
Jaman sudah tak ada lagi
Berlebur dalam minuman-minuman tak berbuih

Dua spasi kukutip sepenggal kepala manusia
Dalam kurungan rasa tidak suka
Menggelegar kilat-kilat keinginan

Genteng-genteng merah menjadi biru ataukah hijau
Berjejeran seperti cermin yang terpantul satu sama lain
Korban-korban obsesi menggeliat dalam deburan
Rasa bersalah

Mari menghantar puisi untuk sang maha dewa
Agar meraih sebuah medali

Hai kasih…

Tak ada lagi yang mungkin ku hadiahi
Selain ini…

                                                                                                            Pusi tahun 2004

KAUKAH KAWANKU ITU?

KAUKAH KAWANKU ITU?
Oleh : Asep Suhermin


Gitar-gitar memekik dalam gelap
Drum menggendang dalam sunyi
Bass Berdentum dalam galau
Piano berdenting dalam Gelisah
Dan aku bernyanyi mencari kawan

“Maukah menjadi kawanku?”
Telah kutanya pada pengemis-pengemis jalanan
Bersiul dan ia pun pergi

“Maukah kau menjdai kawanku?’
Akupun bertanya pada pengamen
“Aku sedang bernyayi”. Katanya

Jadi siapa yang mau menjdai kawanku?

Apakah ulat-ulat yang bersemayam dalam larva?
Ataukah kupu-kupu yang bermata hantu
Atau mungkin ular-ulra bergeliat dalam seruling India

Menjelajahi bumi khatulistiwa dalam badai
Gempa, Tsunami, banjir banding, longsir dan segalanya
Menjadi akte-akte hilang dalam nadir-nadir kukuku
Atau sekali saja menjerit dan menunggu jawaban
Kaukah kawanku itu?

                                                                                                            Puisi tahun 2004

Senin, 01 Oktober 2012

LELAH?

sebuah kelelahan yg menyenangkan..

adalah ketika kau mengabdikan diri bukan untuk mencari kedudukan dihati manusia.karena meski kau dicaci maki dan dijauhi,niatmu untuk bermanfaat tak perlu tercium harum..

adalah sebuah penghambaan yg sejati jika apa yg kau lakukan adalah untuk menyenangkan sang pencipta.meski sejatinya,Dia yang MAHA dr segala MAHA tak pernah memerlukan apa apa dr ciptaannya..

#filosofi bunga bangkai..

-SS-

KOSONG

tak ada puisi

oleh Sep Suhermin pada 9 September 2010 pukul 15:49 ·

hanya kata maaf,untku dan untukmu,dariku dan darimu

SELEMBAR PERKAMEN UNTUK TUHAN


17 Oktober 2011 pukul 20:49 ·

dgan menyebut namaMu yg agung dan tak tertandingi..aku menyapaMu dalam syukurku menjadi hambaMu..ya Allah pemilik tata surya hingga manusia memiliki hak untk terpejm dimalam hari,dan terbangun dalam rotasi fajar,izinkan aku menengadah dalam doa akan kegelisahanku yg tiada berujung dan ijinkan ku mengungkap bak anak2 kecil yg mengungkapkan rasanya tanpa terganggu kata2 dalam kesucian

..Tuhanku,takkan pernah habis rasa syukurku akan kasih yg tak pernah berhenti kau beri,namun kefanaanku terkadang membuat rasa lelah akan dunia ini.dgan kehendakMu aku rebahkan dahulu smua semangatku pada doa

.ya rabbi,kau saksi bgaimana skuat tenaganya ku hadapi sbuah ujian yg tak pernah kuungkap,yg hanya kuceritakan pada cahayaMu.namun kelemahanku membuatku kadang gelisah dan menyerah.aku tak tahu bgaimana kuhadapi ini,benarlah kiranya jika sunah rasulmu berkata bhwa kematian adalah anugerah teragung bg stiap muslim.

aku berlindung pada nafsu yg kejam pada dunia yg menjauhkan dari kasihMu.

Allahku Allah sluruh mahluk,aku bukanlah pria tampan atau perkasa,namun aku punya cinta yg ingn ku kasihi pada yg hak atas restuMu,aku bukanlah manusia penuh harta namun ijinkanlah aku mampu bersedekah bhkan sekecil kerikil.aku juga bukan hambaMu yg shaleh,namun ijinkanlah aku terus menyapaMu stiap senja,petang dan tengah malam.

Tuhanku,aku memang lelah namun jgn cabut rasa syukurku hanya karena lelahnya tubuh yg membungkuk,amarah yg tak terungkapkan karena sabar.biarkan ku bersama kedamaian dgan menyerahkn sgalanya atas ridhaMu dan kehendakMu atas janjimu mengampuni dosa dosa hambamu.

ya Allah,aku percya ujianMu ini akn berujung.bhkan kalaupun tidak,maka Kau sdang berencna sbuah hadiah indah untuku.aku ikhlas menjalaninya..hingga nanti ku terima anugerah agungMu yg pasti atas kehendakmu.insya Allah.amin

PERKAMEN UNTUK TUHAN PART 2


18 Oktober 2011 pukul 19:13 ·

kini aku tergeletak dalam kepasrahan ujianMu.
aku tak ingn bnyak hal didunia ini hanya untk memuaskan keliaranku.aku terlentang pasrah dipembaringan tubuhku jika kurasa telah sempurna ikhtiarku.
ya Allah,Tuhan yg tak tiada sekutu,ijinkan tubuhku kembali berjalan meski dalam kekuatan yg terbatas atas hendakMu.
seperti hr ini,jam ini kuputskan untk menyerah dan ikhlas kau ambil kenikmatan yg menjadi sahabtku.namun,esok hari biarkn ku gunakan kembali smua anugrah yg kau modalkan padaku.dan kini,dsini aku pasrah,aku pasrah pda apapun kehendakMu.rambut,wajah,tangan,kaki,dan smua yg kumanfaatkan untk mengisi waktuku adalah PunyaMu.maka takan pernah kukeluhkan jika kau ingn mengambilnya.karena ku yakin kau telah mempersiapkn penggantinya.amin

PERKAMEN UNTUK TUHAN PART 3

20 Oktober 2011 pukul 21:49 ·



bnyak yg mencoba membuatku gembira.bnyak yg coba membuatku perih,menyakiti bhkn membunuh.namun rasaku hampir mati.karena kau berdiri diatas ubun2 melindungiku.aku tak paham hingga kau meridhai untku berilmu.

PERKAMEN UNTUK TUHAN PART 4


21 Oktober 2011 pukul 22:22 ·


hr ini ku terima pujian2 indah yg diuji dariMu untuku.layakah ku berbangga dan tersenyum?tidak..namun ku kembalikan padaMu sbgai pemiliku.tak ada yg harus berubah,seperti halnya fakta keagunganMu.

namun,duniapun telah menggelincirkan wajah dan perilaku polos menjdi liar tiada kendali.ada yg mengganjal di hatiku yg tak mampu tersentuh logika.aku kembali kau anugrahkan cinta..

ya Hakim dari segala hakim,cabutlah ketakutanku bhwa dunia ini hanya fatamorgana yg usang yg akan terayapi.aku slalu menghirup udara pagi,cerah,mendung,tetapi tiada alasan untku smakin rindu pada pangglan dunia.umurku menggerogoti kodrat dosa.pesta~pesta hanya membuatku gersang.ya allah,sudikah kiranya restuMu membwaku pada kesendirian yg damai bersma nama namaMu yg agung?

aku tak kuasa lg menghadapi kejahatan penyakit hati yg berbisik pada dunia bhwa aku sasaran empuk untk menjadi budaknya.dgn sgala kejayaan dan gelimang harta.

tidak..Tuhan..kumemohon Tidak untk itu.ijinkan ku tetap dJalanMu saja,meski dgan makian dsana sini,cibiran dan kedzaliman.aku hanya ingn dganMu meski dgan cra yg sederhana....

PERKAMEN UNTUK TUHAN PART 5

24 Oktober 2011 Pukul 03:55

Dimanakah sepi yang membuatku tidur dalam tentram?dsini dan skarang ini saat senjaMu mulai tampak diupuk timur.aku menemuiMu Tuhan.menyapaMu terasa seperti meminum susu.aku tak berharap bnyak untk hari ini.hanya ingn dganMu sepanjang nafas yg mungkn berakhr hr ini.amin

PERKAMEN UNTUK TUHAN PART 6

25 Oktober 2011 pukul 22:16

Tuhan aku msh tak mengerti,bnyak kilah2 melayang di otaku tentang dunia.apa misiku hingga Kau hendaki ku berjalan2 didunia?aku tak pernah berkelahi namun rasanya tubuhku hancur babak belur.

adat,cita2,aturan,alasan yg sbetulnya tak kau haruskan,menjadi penyulit dr kemudahan yg kau tawarkan.ya Allah,smakin ku dicaci,smakin ku dimaki,smakin ku dipndang hina,aku smkin ingn dekatMu.karena kekuatan yg tak tau drmana,menyentuhku saat kau ku cengkrama.jgn uji aku dgan kejayaan,nama baik,harta dan pujian2 semu,kar3na rasanya hatiku mati..

aku mash blum mengerti Tuhan.karena itulah ijinkan Aku berilmu.man jadda wa jadda.amin