Umar Bin Khattab
Umar Bin Khattab (TV Series)
OMAR IBNU KHATTAB ( The Series)
Serial Omar ibn Khattab diproduksi oleh MBC Group jadi 31 Episode dengan lokasi shooting di 2 negara Marroko dan Suriah.
Dengan set yang dibuat mirip dengan keadaan kota Mekkah di abad ke-7.
Serial ini sendiri akan tayang serentak di banyak negara.
______________________________________________________
PROFIL UMAR BIN KHATTAB
Umar adalah potret figur yang kuat dalam revolusi Islam pertama yang secara umum merubah wajah Timur Tengah secara keseluruhan.
Umar bin Khattab (586-590 - 644 M) diangkat menjadi Khalifah kedua menggantikan Abu Bakar pada 23 Agustus 634.
Lahir di Mekkah dari Bani Adi salah satu rumpun suku Quraisy. Umar muda
disegani dan ditakuti pada masa itu, wataknya keras hingga dapat julukan
Singa Padang Pasir.Umar pun muda pun diriwayatkan amat keras dalam
membela agama tradisional bangsa Arab yang pada saat itu menyembah
berhala.
Kepemimpinan Umar adalah awal kejayaan Islam, di masa Umar lah Islam
memperluas pengaruhnya hingga ke Persia. Umar juga mendapat gelar dari
Rasullulah Muhammad SAW sebagai Al-Farouq (pembeda antara kebenaran dan
kebatilan).
Umar disegani dan ditakuti musuhnya karena ketegasannya, dicintai rakyatnya karena kelembutan dan kesedarhanaannya.
Seorang pemimpin ideal panutan umat.
Umar tumbuh di masa Rasullulah Muhammad SAW hidup. Dalam masa perjuangan
Rasul Muhammad menyebarkan Islam, Umar menjadi salah satu figur yang
amat sangat membenci Muhammad. Diriwayatkan pada suatu saat, Umar
berniat membunuh Rasul Muhammad SAW. Saat dalam perjalanan mencari
Rasul, Umar bertemu dengan seorang muslim Nu'aim bin Abdulah yang
kemudian memberi tahu bahwa saudara perempuan Umar telah memeluk Islam.
Umar pun murka mendengar hal tersebut, ia pun pergi ke rumah adiknya,
Fatimah.
Ketika Umar datang, Fatimah sedang belajar Al-Quran bersama Khabbab bin Art. Umar murka dan bertanya :
“Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?”,
“Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja”, jawab mereka
“Pasti kalian telah murtad”, kata Umar dengan geram
“Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu ?”, jawab ipar Umar.
Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya dengan keras
hingga jatuh dan berdarah. Fatimah segera memba-ngunkan suaminya yang
berlumuran darah, namun Fatimah pun ditampar dengan keras hingga
wajahnya berdarah, maka berkata-lah Fatimah kepada Umar dengan penuh
amarah:
“Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku
bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan
aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah”
Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan ber-darah, timbul
penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Lalu dia meminta lembaran
al-Quran tersebut. Namun Fatimah menolaknya seraya mengatakan bahwa Umar
najis, dan al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang
telah bersuci. Fatimah memerintahkan Umar untuk mandi jika ingin
menyentuh mushaf tersebut dan Umar pun menurutinya.
Setelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut, lalu membaca :
Bismillahirrahmanirrahim. Kemudian dia berkomentar: “Ini adalah
nama-nama yang indah nan suci”
Kemudian beliau terus membaca :
طه
Hingga ayat :
إنني أنا الله لا إله إلا أنا فاعبدني وأقم الصلاة لذكري
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain
Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”
(QS. Thaha : 14)
Beliau berkata :
“Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad”.
Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah,
seraya berkata: “Bergembiralah wahai Umar, saya berharap bahwa doa
Rasulullah SAW pada malam Kamis lalu adalah untukmu, beliau SAW berdoa :
“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang
lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam”.
Rasulullah SAW sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa”.
Umar bergegas menuju rumah tersebut seraya membawa pedangnya. Tiba di
sana dia mengetuk pintu. Seseorang yang ber-ada di dalamnya, berupaya
mengintipnya lewat celah pintu, dilihatnya Umar bin Khattab datang
dengan garang bersama pedangnya. Segera dia beritahu Rasulullah SAW, dan
merekapun berkumpul. Hamzah bertanya:
“Ada apa ?”.
“Umar” Jawab mereka.
“Umar ?!, bukakan pintu untuknya, jika dia datang membawa kebaikan, kita
sambut. Tapi jika dia datang membawa keburukan, kita bunuh dia dengan
pedangnya sendiri”.
Rasulullah SAW memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Lalu Hamzah
segera menemui Umar, dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Kemudian
Rasulullah SAW memegang baju dan gagang pedangnya, lalu ditariknya
dengan keras, seraya berkata :
“Engkau wahai Umar, akankah engkau terus begini hingga kehinaan dan
adzab Allah diturunakan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin
Mughirah ?, Ya Allah inilah Umar bin Khattab, Ya Allah, kokohkanlah
Islam dengan Umar bin Khattab”.
Maka berkatalah Umar :
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah."
Kesaksian Umar tersebut disambut gema takbir oleh orang-orang yang
berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar ke
Masjidil-Haram.
Masuk Islamnya Umar menimbulkan kegemparan di kalangan orang-orang musyrik, sebaliknya disambut suka cita oleh kaum muslimin.
Umar bin Khattab adalah figur luar biasa dalam sejarah Islam. Beliau
sangat kuat memegang agama, keras dalam hal kebenaran, tidak peduli
celaan demi perintah Allah, cerdas pikirannya, tajam akalnya dan terang
mata hatinya. Allah menjadikan kebenaran ada lisan dan hatinya.
Berikut beberapa prestasi Umar bin Khattab semasa kepempimpinannya (riwayat dari berbagai sumber) :
1. Perluasan Wilayah Islam
Pada saat itu karena wilayah kekuasaan semakin luas, maka wilayah Islam
dibagi menjadi unit-unit administratif yang diatur menjadi delapan
wilayah propinsi yaitu: Mekah, Madinah, Jasirah, Basrah, Kufah,
Palestina, dan Mesir.
2. Penataan Struktur Pemerintahan
Sejalan dengan semakin luasnya wilayah Islam, maka Umar melakukan berbagai macam penataan struktur pemerintahan, antara lain:
a. Adminstrasi Pemerintahan
b. Membentuk Lembaga Peradilan
c. Korps Militer
d. Bait al-Mal (Lembaga Perekonomian)
3. Mengumpulkan Ayat-Ayat Suci Al-QUran Yang Tersebar.
______________________________________________________________
SINOPSIS
Tahun
610 Masehi, Mekkah adalah sumber kekacauan, dengan dominasi kegelapan,
perang antar suku, pusatnya beragam Tuhan, kota yang dikuasai dengan
suku-suku brutal, singkatnya, kota dimana ketidak-adilan dan kekerasan
mendominasi. Hingga muncullah figur Rasullah Muhammad SAW yang
menyebarkan kedamaian dan kebaikan Islam kepada masyarakat Mekkah.
Perjuangan Muhammad sungguhlah sulit pada masa itu, ketika harus
menghadapi ancaman-ancaman kekuatan-kekuatan animisme dan paganisme.
Dimana Muhammad SAW dan para pengikutnya menghadapi diskriminasi bahkan
ancaman kematian. Namun karena keyakinannya, perjuangan Muhammad SAW
terus berlanjut apapun resikonya. Singkatnya, hingga akhirnya Muhammad
SAW mengangkat Umar bin Khattab sebagai khalifah untuk menggantikan
Abu Bakar yang meninggal dunia. Di kepemimpinan Umar ini lah kejayaan
Islam dimulai. Banyak kemajuan yang terjadi melalui kebijakan-kebijakan
Umar, dan Umar pun berhasil memperluas pengaruh Islam hingga ke
Persia. Pemimpin yang adil, bijaksana, tegas, disegani, dan selalu
memperhatikan urusan kaum muslimin, menegakkan ketauhidan dan keimanan,
merobohkan kesyirikan dan kekufuran, menghidupkan sunnah dan mematikan
bid'ah.
KRU DAN PROPERTI
Proses Shooting dan Post Production
menghabiskan
322 hari = 10 bulan 18 harI = 46 minggu = 7.728 jam =
463.680 menit = 27.820.800 detik
Melibatkan
229 kru dan 322 aktor dan aktris dari 10 negara.
Untuk keperluan 29
rumah di Kota Mekkah dibangun diatas tanah 5000 m2 di Kota Damaskus dan
89 rumah di atas tanah 12.000 m2 di Kota Marrakesh.

Melibatkan
banyak properti = 1970 pedang = 650 tombak = 1050 tameng = 4000 anak
panah = 400 panahan = 15 drum = 137 patung = 1600 tanah liat = 10000
koin = 170 baju perang
14.200
me kain digunakan untuk keperluan wardrobe setiap aktor dan aktris yang
bermain,
kain diambil dari Suriah, India, dan Tunisia. Wardrobe team
sendiri terdiri dari 39 ahli jahit.
Tim properti juga menyediakan 7550 sendal.
20.000 orang terlibat sebagai aktor ekstra, melibatkan 10.000 stunt actor, 7500 kuda, dan 3800 onta.
______________________________________________________
CAST PEMAIN FILM
Pemeran Empat Khulafaur Rasyidin
Ghassan Massoud
sebagai Abu Bakr Ash-Shiddiq (Khalifah Pertama)
Samer Ismail
sebagai Umar bin Khattab (Khalifah Kedua)
Tamer Arbeed
sebagai Usman bin Affan (Khalifah Ketiga)
Ghanem Alzerla
sebagai Ali bin Abi Thalib (Khalifah Keempat)
SAHABAT - SAHABAT NABI
Faysal Amiri
sebagai Bilal-i Habeşi (Sahabat Rasul yang adzan pertama kali di Ka'bah)
Mohamed Miftah
sebagai Hamzah bin Abdul Muthalib
(Paman Rasulullah yang wafat sebagai syuhada di Perang Uhud)
Mehyar Khaddour
sebagai Khalid bin Walid
(Panglima Perang Kaum Muslimin dengan tinta emas memenangi banyak peperangan)
Jaber Jokhadar
sebagai Abdullah bin Massoud
Sahabat Rasulullah yang diberi julukan "Shahibus Sirri Rasulullah"
(pemegang rahasia Rasulullah). Salah satu sahabat paling dekat pada masa hidup Rasul.)
Majd Feda
sebagai Abu Jandal (Sahabat Rasulullah yang bersaudara dengan Abdullah)
Qasim Mlho
sebagai Amr bin Ash
(Seorang diplomat ulung Kaum Quraisy yang menjadi muallaf bersama Khalid bin Walid)
Fathi Haddaoui
sebagai Abu Süfyan
(Seorang pembesar Kaum Quraisy yang menjadi muallaf persis sebelum kejadian Fathu Mekkah)
Bahaa Tharwat
sebagai Abu Hudzaifah bin Utbah, salah satu tokoh Quraisy yang paling
awal masuk Islam bersama mantan budaknya yang akhirnya diangkat menjadi
anak Salim maula Abu Hudzaifah sang penghafal Al-Quran
Mahmoud Nasr
sebagai Zaid bin Khattab, saudara dari Khalifah Umar bin Khattab. Lebih
dahulu masuk Islam dibanding Khalifah Umar. Mati syahid di Perang
Yammamah.
Ziad Touati
sebagai Wahsyi bin Harb, bekas budak milik Hindun binti Utbah. Masuk
Islam dengan beban psikologis amat berat karena pernah membunuh Hamzah
bin Abdul Muththalib. Tapi akhirnya menebus dosanya dengan membunuh nabi
palsu Musailamah Al-Khazzab dengan tombak yang sama.
Hicham Bahloul
sebagai Ikrimah bin Abu Jahal, walaupun ayahnya
Abu Jahal seorang kafir, Ikrimah RA tetap teguh di jalan Allah SWT.
Mati syahid di Perang Yarmuk.
sumber : Kaskus.com
DOWNLOAD video link qusti-deli
atau
DOWNLOAD video link ozeen24
http://tiarahomestudiorecord.blogspot.com/p/umar-bin-khattab.html?m=1