adalah catatan-catatan yang mudah-mudahan bermanfaat bagi banyak pembaca. Karena jika raga sudah tak mampu lagi menulis dan mencurahkan gagasan, mudah-mudahan seluruh huruf huruf yang mencoba memberi makna, bisa mengingatkan para pembaca, bahwa ilmu tak pernah tidak berguna..
Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 23 November 2013
DUNIA SOPHIE DAN DUNIA SABARA
SOPHIE DAN SABARA
Awalnya..
Saat sabara mengunjungi toko buku, buku ini memasang badan angkuh. Tapi tak pernah sedikitpun tertarik meminangnya. Ah, paling mirip-mirip fiksinya Nibiru milik Tasaro gk, Hogwart milik Jk. Rowling atau Shangri-la milik KEn budha, tentang sebuah dunia lain selain dunia nyata.
Tapi setelah ia baca, ini lebih dari menceritakan dunia di sebuah dunia. Hampir dunia sophie (pada awalnya) seperti dunia sabara, yang mencari teka-teki dan jawaban-jawaban dari pertanyaan yang banyak di simpan dalam memorinya yang barangkali hanya tnggal beberapa Terabyte.
Sabara tak tahu apakah pada akhirnya ia akan mengunjungi belahan dunia lain itu atau tidak. Tapi yang pasti dunia kecil si sophie yang bermula di sebuah sarang taman, sama seperti dunia sabara disebuah atap rumah Tuhan. IA juga bertemu beberapa actor yang pada akhirnya membawa pada jawaban-jawaban dasar dunia, sama seperti sophie yang menjelajahi pikiran dan berbagai tempat untuk hanya melampiaskan kepenasarannya. meski realitanya, sabara ataupun Sophie tak pernah menemukan jawaban final yang merupakan jawaban dari semua jawaban, karena dunia memang diciptakan dengan script dan hukum-hukum yang tak terjangkau.
Apakah sabara mulai menjadi seorang filosof amatir dan mulai mencari jalan untuk menemukan keping-keping keingin tahuan hingga ia sendiri berani mengatakan, “dunia berawal dari sesuatu, direncanakan untuk sesuatu, dan berakhir oleh sesuatu”…?
Waalahu alam
Senin, 18 November 2013
*KEJAM*
Banyak statement yang “membenarkan” seorang ayah memang TIDAK
BISA mengungkapkan kasih pada putera puterinya sebaik seorang Ibu. Kenapa harus
di iyakan dan apakah memang harus begitu?..
Apakah harus memiliki “background” masa kecil yang ekstrim
dan menakutkan dahulu, agar dapat mengajarkan kita untuk tidak melakukan
kesalahan yang sama seperti yang terjadi pada kisah yang tertuang dalam buku
yang diambil dari kisah nyata penulisnya ini?
THE LOST BOY merupakan buku seri kedua dari trilogy DAVE
PLETZER yang sukses dengan buku pertamanya A CHILD CALLED “IT” (judul yang
sungguH kejam) yang akan di lanjutkan A MAN NAMED DAVE yang merupakan seri
terakhirnya. Buku ini mencoba mengajak pembaca untuk membuka mata, bahwa
mengungkapkan kasih sayang secara terbuka, adalah sebuah bukti kekuatan jiwa yang
terlatih. Dan “kebanggaan” pada gengsi dan otot bukan hal yang pantas untuk
dipuja-puja
#1 hal yang kuharap,, tak ada DAVE-DAVE yang lain lagi di dunia ini…
Senin, 23 September 2013
11 AMANAH LELAKI, Menjemput keping Hikmah
1. Hidup
adalah sebuah perjalanan panjang, buatlah beberapa terminal untuk berhenti
sejenak dan berkaca pada masa lalu. Agar tak perlu disesali karena kesalahan
yang terjadi berulang kali.
2. KEKAYAAN
ITU BERNAMA SAHABAT, KARENA KADANG YANG KITA BICARAKAN KEPADA SAHABAT BISA JADI
TIDAK BEGITU PENTING BAGI MEREKA, TAPI SUNGGUH TELINGA SAHABAT SEJATI AKAN
TETAP TERSEDIA UNTUK KISAH-KISAH TAK PENTING KITA
3. Kita
yang sehat seringkali tidak bersyukur dengan apa yang kita miliki, sementara
orang yang lemah lebih sering mensyukurinya
4. DIMANAPUN
KITA SINGGAH, SESUNGGUHNYA KITA AKAN MENINGGALKAN BEKAS DENGAN KATA, TINGKAH,
DAN PERBUATAN. YANG SEMESTINYA KITA LAKUKAN ADALAH MEYAKINKAN BAHWA BEKAS DAN
JEJAK YANG KITA TINGGALKAN ADALAH BEKAS KEBAIKAN, JEJAK KEARIFAN, DAN BUKAN
SEBALIKNYA
BArangkali inilah sepenggal pelajaran
dari sebuah buku mini, sebanyak 152 halaman yang berjudul “11 AMANAH LELAKI”
karya Bayu Gawtama ini. Bahasanya ringan namun menyentuh dan meninggalkan
makna-makna kehidupan. Ia tidak menggurui, ia hanya mengajak kita sebagai para
pembaca untuk melihat dan merenungi sisi lain dari apa yang tampak, dan dinilai
secara benar padahal keliru.
Buku ini hebat, meskipun tidak
sedahsyat buku-buku best seller yang sejenisnya. Namun banyak yang bisa kita
renungkan. Tntang menjadi SAHABAT SEJATI, tentang menjadi LAKI-LAKI BERMASALAH,
Tentang menjadi SUAMI, juga tentang menjadi AYAH.
Laki-laki terkadang divisualisasikan
harus sempurna menerima amanahnya, namun jauh dari sosok kuat yang terlihat, ia
tetaplah manusia, yang memiliki gundah, dan dituntut untuk mengatasi gundahnya
tanpa dapat ia bercerita pada siapapun, dan menerima penghargaan apapun..
KIsah Gawtama ini, meskipun tipis dan
ringan, tapi tetap berhasil menjadikan buku ini sebagai buku edukatif yang
sarat dengan nilai dakwah, dan sosial
Sebuah pernyataan yang saya kutip dari
Gawtama :
CARA TERBAIK DALAM MEMBERI ADALAH SEPERTI
BUNGA YANG TAK PERNAH PEDULI APAKAH ORANG YANG MENDAPATKAN KEHARUMAN DAN
KEINDAHANNYA ADALAH SESEORANG YANG PANTAS ATAU TIDAK
Dan marilah kita renungkan, PERNAHKAH
ANDA BENAR-BENAR MERASA MEMILIKI SESUATU?, karena setiap sesuatu yang awalnya
tidak ada, pastilah akan berakhir pada ketiadaan. Dan setiap pemberian, akan
kembali pada pemberiNYA…
Sabtu, 22 Desember 2012
OPINI TENTANG FILM 5 CM
5 cm.
Bagaimana jika kita hanya memiliki
sahabat yang itu-itu saja selama bertahun-tahun. Kita hanya menghabiskan waktu
bersama mereka, dan tidak ada yang bisa dilakukan tanpa mereka. Betul-betul
tergantung pada kondisi persahabatan yang membosankan tersebut, namun menahan
cinta yang mendalam pada salah seorang sahabat tersebut, tanpa berani
mengungkapkannya?....
Kisah 5 remaja yang sedkit “berlebihan”
memandang persahabatan, kisah cinta, mimpi didepan mata, petualangan ala-ala
remaja tanggung namun realistis, edukatif dan apa adanya, lepas dari tuntutan
gengsi satu sama lain dan sangat menyentuh hati, memang menjadi daya tarik
tersendiri novel karya Donny Dhirgantoro ini. Saya pribadi memang menempatkan novel ini di 10 besar novel
yang paling saya favoritkan. Novel ini cukup membuat saya tidak dapat berhenti
membacanya, dan jika harus berhenti, kata-kata yang dituliskan tetap terngiang-ngiang
sepanjang waktu.
Berbicara mengenai filmnya, sy
memang berharap banyak pada segala aspek yang sempat saya bayangkan sewaktu
membacanya. Tentunya sebagai penonton, imajinasi yang terekam dalam benak saya
sewaktu membaca novel ini, akan dihidupkan sang sutradara, rizal mantovani,
dengan sempurna dan kembali membuat sy merasakan sensasi sewaktu membacanya.
Iklan dan promo yang dilakukan
para pemain, sebetulnya cukup membuat sy berhasrat besar untuk menghargai film
ini dengan menontonnya ke bioskop, apalgi mereka sudah mati-matian dan penuh
pengorbanan menantang bahaya langsung di latar aslinya, yaitu Gunung MAHAMERU.
Semua Tokoh sangat hidup. Ian yang diperankan Saykoji, Zafran yang dperankan HErjunot Ali, Riani
yang diperankan Raline Shah, cukup membuat sy tersenyum puas. Sementara
perawakan denny Sumargo sebagai Arial, elegantnya Genta oleh ferdi Nuril, dan
kecantikan Arinda oleh Pevita Pearce, agak jauh dengan apa yang sy bayangkan
(tentunya penilaian ini relative.hehehe)…
Dari segi cerita, seperti
(penyakit) dari fim-film yang diadaptasi dari novel-novel terlaris, selalu ada
beberapa adegan yang tidak divisualisasikan. Sebenernya jika adegan itu tidak
memperngaruhi cerita sih gak apa-apa. Namun kadang kala, potongan adegan ini
justru yang menjadi favorit pembaca novel. Penyakit potongan-potongan ini
sempat terjadi pada film Harry potter, atau produk film Indonesia Ayat-ayat
cinta, yang justru menjadi mati karena cerita terbaik pada novelnya justru
tidak dipublikasikan.
Begitu pula dengan film ini, ada
beberapa cerita yang tidak divisualisasikan, yang justru bagian-bagian tersebut
adalah bagian-bagian favorit dan mengguncang hati para pembaca novel
(setidaknya bagi saya). Adegan mistis yang dialami dan diceritakan secara
elegan tokoh Genta yang tersesat sendirian di Hutan kalimati selama sehari
semalam, atau pertolongan “roh” pendaki yang dulu meninggal di Mahameru yang
sejak dari lereng gunung, sudah mengikuti dan menyemangati perjalanan 6 sekawan
ini, yang menjadi nilai heroik dari
novel ini (apalagi waktu kisahnya bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia).
Yah, sy pribadi agak kecewa karena Adegan-adengan
inilah yang memberi warna tersendiri dalam novel 5 cm justru tidak difilmkan. Padahal,
saya sempat berpendapat, dengan pengorbanan dan perjuangan mati-matian bahkan
hingga langsung membuat di latar asli yang memiliki kondisi dan medan yang
sangat sulit, MAHAMERU, film ini tidak akan tanggung-tanggung dalam menjabarkan
dan menghidupkan kisahnya. Sayang sekali….
Namun lepas dari semua kekecewaan
diatas, film ini cukup membuat saya menghela nafas kagum. Sebab meskipun sy
fikir, 5 cm lebih tepat berada dalam tema petualangan, namun film ini juga
menyajikan kisah-kisah romantis cinta, persahabatan, komedi dengan alunan
dialog yang elegan dan cerdas.
Kisah bagaimana 6 sahabat dan 1 “saudari
kecil” yang saling bahu membahu dan menyemangati dalam mimpinya, RASA
NASIONALISME menjadi PEMUDA INDONESIA, cinta segi empat yang dibawakan dengan
santun dan tidak membabi buta, dan yang paling menakjubkan adalah “eksploitasi”
positif untuk menyajikan pemandangan-pemandangan menakjubkan yang ada di INDONESIA
tercinta, menjadi daya tarik berbeda dari film ini. Meski petualangan yang di
harapkan hadir mendominasi film ini, memang menjadi resesif karena sutradara
lebih menyajikan dan memfokuskan pada kondisi persahabatan para tokohnya saja.
Ada 1 pesan yang saya setujui
dari kisah 5 cm, yakni sebuah pesan untuk menarik diri dari hingar binger kenyamanan
bersama sahabat sebetulnya dapat membuat kita melakukan banyak hal termasuk
pandangan mengenai realita hidup. Meskipun tentu tidak untuk selamanya. Namun
kadang-kadang, mencoba menyendiri dengan mencari makna tentang tugas dan peran
apa kita hidup akan menjadikan kita tidak hanya “SEONGGOK DAGING” yang menunggu
mati……
Secara menyeluruh, film ini cukup
layak menjadi tontonan bermakna renyah
dan mudah dicerna. Apalagi, ada pesan-pesan yang meski umum “didendangkan”
novel-novel dan film-film edukatif, namun pemaparan dan gaya bahasa 5 cm cukup berbeda
dan membuat saya terdiam.
Intinya, jika ingin menonton film
ini, sy menyarankan untuk tidak membaca novelnya dahulu. Sebab, akan banyak harapan
dari interpretasi2 pembaca tentang kisah yang dipaparkan secara ringan,menyentuh namun berbobot oleh
sang penulis. Bacalah novelnya setelah menonton filmnya, dan insya Alloh anda
akan terhempas kedalam suasana sentimentil dengan makna-makna pandangan
kehidupan mengenai cinta sejati, persahabatan, mimpi di masa depan, yang akan
membuat anda mengangguk-angguk dan berkata, “ya sih, bener juga”…..
Dan…
3 setengah bintang untuk film ini.....
Jumat, 05 Oktober 2012
Selasa, 02 Oktober 2012
Senin, 01 Oktober 2012
BUMI CINTA
mudah mudahan manfaat....
setelah asia gempar dengan kemunculan ayat ayat cinta dan dwilogi
ketika cinta bertasbih...kang abik (habiburrahman el shirazy)...mudah
mudahn novel ini juga bermanfaat bagi mreka pecinta novel yg sarat gizi
dakwah
meski tokoh utama terlalu ditampilkan secara sempurna..namun banyak hal baru yg bisa didapat di novel ini..insya Alloh
buku yang hebat...subhanalloh...setelah selesai membacanya...ada yg tertinggal diingatanku...betapa mujahiddin yg mempertahankan nama Alloh sudah begitu langka....
NOTES FROM QATAR
PETUALANGAN “SNACK” DI NEGERI MINYAK….
Muhammad Assad, 23 Tahun ( ini mungkin saat terbit cetakan pertama tahun 2011, jika benar, maka penulis ini berusia 24 tahun saat ini), mencoba keluar dari istiadat system kepenulisan yang kaku dan me
ndayu-dayu.
Dia mencoba merenyahkan kehidupan sembari tidak lupa untuk menjejaki
nilai-nilai positif dalam setiap kata-kata yang dipilih dalam
menceritakan pengalamannya
Pertama kali saya mengenal buku ini dari seorang sahabat akhwat yang begitu tergebu-gebu memfavoritkan buku ini ( hehehe..maaf ukhty becando). Dari judulnya jujur saja saya sedkit skeptis dan tidak terlalu tertarik, saya berfikir buku ini tampaknya hanya lembaran-lembaran perjalanan seorang remaja yang rajin menulis “diary” nya di atas bantal sambil sesekali melihat jendela menatap keindahan bulan sabit.
Romantic gaya-gaya teenlit..
Tapi, baiklah saya fikir saya harus mencoba menambah hasanah bahan bacaan baru, dimana saya juga ingin tahu bagaimana bentuk sebuah diary era 2012. Apakah masih sama dengan jaman-jaman remaja tahun 2000 saat saya pribadi masih menyimpan foto-foto berambut belah dua di bagian tengah buku-buku bertuliskan dear diary…. “ yah, gak apa-apalah untuk bahan bacaan ringan pengusir ngantuk saat I’tikaf”, itulah yang saya fIkir saat itu.
Tapi….
Setelah mencoba membeli di Bandung Book Centre Palasari.. Seri pertama buku ini ternyata sangat sulit dicari. Hey… buku diary saja kok susah dicari?... tapi Alhamdulillah wa syukurillah setelah pencarian dan perjalanan kaki serta bertanya hampir pada setiap toko yang buka saat itu akhirnya ada juga buku ini. Saya langsung berfikir, “ hey assad, kau sudah membuat lelah kakiku, kalau kau fikir buku ini hanya akan jadi pajangan di rak bukuku, kau salah kawan!!, karena aku tak mungkin tidak “membalas dendam” pada lembaran-lembaran yang membuatku mati gaya dihadapan para penjaga toko. Akan kulalap habis kau”…hehehe… dendam membara ceritanya
Sampai dirumah…
Hem, tetap dengan skeptisnya saya membuka halaman-halaman pertama yang berisi testimony dari beberapa kenalan Assad. Ada Jusuf Kalla, Dr. Salim Segaf, Din Syamsuddin……siapa sih mereka?..ah para tokoh ini tentu saja memberikan kesan positif, itumah sudah pasti…BIASA
Tapi mulai banyak testimony yang saya baca,,,saya malah tertarik pada beberapa ucapan apresiasi dari rekan-rekan seprofesi saya (berasa artis nih..hahahaha).. mulai dari marshanda, Alyssa subandono, andien, Olla ramlan, Misca Candrawinata, Shandy Aulia, Saskia Adya Mecca, dan saya langsung merasa menang “tuh khan apa saya bilang, ah palingan gak jauh dari cerita remaja ala korea ”……dan saya simpan dulu deh,
Eh..eh..eh
beberapa hari kemudian saya mulai membaca halaman pertama. Saya tertarik dengan sebuah judul “Dahsyatnya sedekah” atau yang membicarakan tato dan menghargai pembantu, atau semangat dalam mengucapkan “maaf, tolong, dan terima kasih” yang jadi tema dibuku ini..
hem, aya naon kitu dengan judul-judul ini?..pikirku saat itu.
Lembar demi lembar malah tak bisa berhenti saya baca. Ternyata., ini bukan sekedar “baby diary” bergambar doraemon dan hello kitty yang berwarna pink, tapi juga sebuah “long journey to the best future” yang menyediakan warna warni merah, kuning, hijau di langit yang biru. Tiba di “season” dimana Mr. Assad menceritakan pengalaman beberapa kali mendapatkan bea siswanya dan dia berani meninggalkan kondisi amannya untuk berkembang. “There is no growth in comfort zone, and there is no comfort in growth zone”….katanya
Plakkkkkkk!!!!! Petir menggelegar, awan jadi kelabu, angin berhembus kencang, langit terbelah, laut mengering, sungai mengeruh…..(nah ini versi diary tahun 1997-2000)…hehehe
Rasanya seperti ditampar…
Buku ini mengingatkan saya pada kecerobohan saya pribadi..dan saya langsung mengakui keluar biasaan buku ini. Sehat dan menerobos etika tulisan yang kaku dan terselubung makna-makna chairil anwar ala remaja. Ayat-ayat suci juga selalu di hubungkan dengan seluruh pengalaman yang di jabarkan sang author
Buku ini memiliki 2 serial yang sama-sama bergizi dan sehat untuk dibaca. Jika seorang Andrea Hirata menguntai tetralogi laskar pelangi dalam bentuk novel edukatif, maka Assad mengambil cara lain untuk menayampaikan “dakwahnya” dengan bentuk percakapan ala “Blackberry messangger (BBM)” atau “Short Message Service (SMS)”, jadi sangat renyah untuk jadi bahan bacaan penyemangat bagi mereka yang lagi galau dirundung keinginan-keinginan yang tak kunjung didapat karena tidak bersabar atau salah strategi atau tak berani sedekah lo….
See?...
silahkan cari salah satu atau kedua buku ini..
bagi saya 2 Buku ini sedikit menggeser urutan rating trilogy golden compass Philip Pulman, yang dulu berada di posisi 4 setelah ayat-ayat cinta,heptalogy harry potter, dan bumi cinta sebagai buku terfavorit di hati saya…..(pernyataan alay versi 1995)..hehehe
so.. lets rock it in the middle of nowhere……go and get it!!!
Pertama kali saya mengenal buku ini dari seorang sahabat akhwat yang begitu tergebu-gebu memfavoritkan buku ini ( hehehe..maaf ukhty becando). Dari judulnya jujur saja saya sedkit skeptis dan tidak terlalu tertarik, saya berfikir buku ini tampaknya hanya lembaran-lembaran perjalanan seorang remaja yang rajin menulis “diary” nya di atas bantal sambil sesekali melihat jendela menatap keindahan bulan sabit.
Romantic gaya-gaya teenlit..
Tapi, baiklah saya fikir saya harus mencoba menambah hasanah bahan bacaan baru, dimana saya juga ingin tahu bagaimana bentuk sebuah diary era 2012. Apakah masih sama dengan jaman-jaman remaja tahun 2000 saat saya pribadi masih menyimpan foto-foto berambut belah dua di bagian tengah buku-buku bertuliskan dear diary…. “ yah, gak apa-apalah untuk bahan bacaan ringan pengusir ngantuk saat I’tikaf”, itulah yang saya fIkir saat itu.
Tapi….
Setelah mencoba membeli di Bandung Book Centre Palasari.. Seri pertama buku ini ternyata sangat sulit dicari. Hey… buku diary saja kok susah dicari?... tapi Alhamdulillah wa syukurillah setelah pencarian dan perjalanan kaki serta bertanya hampir pada setiap toko yang buka saat itu akhirnya ada juga buku ini. Saya langsung berfikir, “ hey assad, kau sudah membuat lelah kakiku, kalau kau fikir buku ini hanya akan jadi pajangan di rak bukuku, kau salah kawan!!, karena aku tak mungkin tidak “membalas dendam” pada lembaran-lembaran yang membuatku mati gaya dihadapan para penjaga toko. Akan kulalap habis kau”…hehehe… dendam membara ceritanya
Sampai dirumah…
Hem, tetap dengan skeptisnya saya membuka halaman-halaman pertama yang berisi testimony dari beberapa kenalan Assad. Ada Jusuf Kalla, Dr. Salim Segaf, Din Syamsuddin……siapa sih mereka?..ah para tokoh ini tentu saja memberikan kesan positif, itumah sudah pasti…BIASA
Tapi mulai banyak testimony yang saya baca,,,saya malah tertarik pada beberapa ucapan apresiasi dari rekan-rekan seprofesi saya (berasa artis nih..hahahaha).. mulai dari marshanda, Alyssa subandono, andien, Olla ramlan, Misca Candrawinata, Shandy Aulia, Saskia Adya Mecca, dan saya langsung merasa menang “tuh khan apa saya bilang, ah palingan gak jauh dari cerita remaja ala korea ”……dan saya simpan dulu deh,
Eh..eh..eh
beberapa hari kemudian saya mulai membaca halaman pertama. Saya tertarik dengan sebuah judul “Dahsyatnya sedekah” atau yang membicarakan tato dan menghargai pembantu, atau semangat dalam mengucapkan “maaf, tolong, dan terima kasih” yang jadi tema dibuku ini..
hem, aya naon kitu dengan judul-judul ini?..pikirku saat itu.
Lembar demi lembar malah tak bisa berhenti saya baca. Ternyata., ini bukan sekedar “baby diary” bergambar doraemon dan hello kitty yang berwarna pink, tapi juga sebuah “long journey to the best future” yang menyediakan warna warni merah, kuning, hijau di langit yang biru. Tiba di “season” dimana Mr. Assad menceritakan pengalaman beberapa kali mendapatkan bea siswanya dan dia berani meninggalkan kondisi amannya untuk berkembang. “There is no growth in comfort zone, and there is no comfort in growth zone”….katanya
Plakkkkkkk!!!!! Petir menggelegar, awan jadi kelabu, angin berhembus kencang, langit terbelah, laut mengering, sungai mengeruh…..(nah ini versi diary tahun 1997-2000)…hehehe
Rasanya seperti ditampar…
Buku ini mengingatkan saya pada kecerobohan saya pribadi..dan saya langsung mengakui keluar biasaan buku ini. Sehat dan menerobos etika tulisan yang kaku dan terselubung makna-makna chairil anwar ala remaja. Ayat-ayat suci juga selalu di hubungkan dengan seluruh pengalaman yang di jabarkan sang author
Buku ini memiliki 2 serial yang sama-sama bergizi dan sehat untuk dibaca. Jika seorang Andrea Hirata menguntai tetralogi laskar pelangi dalam bentuk novel edukatif, maka Assad mengambil cara lain untuk menayampaikan “dakwahnya” dengan bentuk percakapan ala “Blackberry messangger (BBM)” atau “Short Message Service (SMS)”, jadi sangat renyah untuk jadi bahan bacaan penyemangat bagi mereka yang lagi galau dirundung keinginan-keinginan yang tak kunjung didapat karena tidak bersabar atau salah strategi atau tak berani sedekah lo….
See?...
silahkan cari salah satu atau kedua buku ini..
bagi saya 2 Buku ini sedikit menggeser urutan rating trilogy golden compass Philip Pulman, yang dulu berada di posisi 4 setelah ayat-ayat cinta,heptalogy harry potter, dan bumi cinta sebagai buku terfavorit di hati saya…..(pernyataan alay versi 1995)..hehehe
so.. lets rock it in the middle of nowhere……go and get it!!!
Langganan:
Postingan (Atom)























