Tampilkan postingan dengan label cerita inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita inspiratif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 April 2017

KLARIFIKASI BERITA FAHRI, BOCAH PENDERITA OSTEOGENESIS IMPERFECTA

KLARIFIKASI BERITA FAHRI, BOCAH PENDERITA OSTEOGENESIS IMPERFECTA
DARI : KOTAK INTAN

Bismillahir Rahmaan Nirraahiim


Mencermati berita tentang seorang bocah berumur 12 tahun bernama Muhammad fahri As sidiq yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan dan menjadi viral di berbagai media. Serta, beberapa portal dan media yang menggunakan FOTO FAHRI DAN IBUNYA BESERTA ISTRI SAYA yang mengakibatkan beberapa pihak meminta kejelasan beberapa hal terkait dengan penggalangan dana terdahulu dan lain-lain, maka dengan tanpa emnyudutkan pihak manapun,  kami ( saya dan istri) yang mewakili KOTAK INTAN merasa perlu mengklarifikasi Sebagai berikut:


1.       Bahwasanya benar, bahwa KOTAK INTAN adalah komunitas yang pertama kali membuat penggalangan dana fahri, pada bulan desember 2014, akan tetapi PENGGALANGAN DANA TERSEBUT SUDAH DITUTUP SEKITAR BULAN FEBRUARI 2015, atau selang beberapa minggu  setelah penggalangan dana dari acara HITAM PUTIH terkumpul. Dan SAAT INI KOTAK INTAN TIDAK MELAKUKAN PENGGALANGAN DANA APAPUN TERKAIT  BERITA FAHRI
2.       Seluruh penggalangan dana yang terkumpul sudah kami serahkan kepada orang tua Fahri yang alokasinya berupa :
A.      Kartu BPJS yang direncanakan akan digunakan untuk operasi dan terapi
B.      BIAYA PEMAKAMAN ORANG TUA SANI DAN ANTON
C.      BIAYA SEHARI HARI DAN AKOMODASI PEMERIKSAAN MEDIS
D.      MODAL BANTUAN USAHA UNTUK SANI ( IBU FAHRI), yang diberikan dengan tujuan agar SANI bisa BERHENTI berjualan tisu lagi dan bisa menemani FAHRI yang direalisasikan dengan membuka TOKO FAHRIZAN COLLECTION dibulan berikutnya
E.       MODAL BANTUAN USAHA UNTUK ANTON ( AYAH FAHRI), diberikan agar ayahnya ikut dalam perkembangan Fahri, yang direalisasikan dengan membeli sebuah Motor untuk Ojeg disekitar cipadung.
F.       BIAYA PENGOBATAN UNTUK RIJAN FIRDAUS ( ADIK FAHRI), yang dikhawatirkan juga mengidap penyakit serupa, mengingat Osteogenesis Imperfecta juga bisa diturunkan
G.     BIAYA PENGOBATAN UNTUK MUHAMMAD FAHRI ASSIDIQ hingga usia 17 tahun, beserta penangangan langsung dari TIM RSHS Bandung yang meliputi: Dokter spesialis anak, spesialis endokrin dan spesialis Orthopedi.
H.      KOTAK INTAN dan SEMUA TIM RSHS BANDUNG, SUDAH MENGUPAYAKAN PENANGANAN PENGOBATAN FAHRI DENGAN MAKSIMAL termasuk kemudahan DANA  terapi Zolendronat Acid yang merupakan terapi penguat tulang yang harus dijalani Fahri secara berkala YANG DIHITUNG TANPA MENGGUNAKAN FASILITAS BPJS  HINGGA USIA 17 TAHUN
I.        DANA INVESTASI FAHRI YANG DISIAPKAN SAAT USIANYA 17 TAHUN, saat fahri sudah bisa memutuskan apa yang terbaik untuk dirinya sendiri
J.        Semua upaya pengobatan dan terapi fahri terpaksa dihentikan atas permintaan orang tuanya sendiri
K.      Semua dokumentasi dan administrasi tertulis lengkap dimiliki KOTAK INTAN, akan tetapi demi keamanan dan nama baik beberapa pihak yang terlibat, nominal yang tertera tidak dapat kami posting dan kami tampilkan disini
L.       KOTAK INTAN dan keluarga FAHRI selalu menjalin silaturahim dan hubungan baik yang memang selalu kami jaga dan kami hanya memantau perkembangan Fahri sesekali saja


Untuk itu, melalui klarifikasi ini, sy dan istri ingin memohon maaf atas ketidak nyamanannya pada donatur KOtak Intan, grup FOSTEO INDONESIA, KHUSUSNYA dr. Faisal dan Tim, selaku Dokter yang menangani anak-anak Osteo di Jabar yang sudah dengan sabar mengayomi, menjelaskan, dan memberi penyuluhan tentang Osteogenesis Imperfecta dan bagaimana mekanisme pengobatannya kepada Kami dan orang tua FAHRI, dan terus ikut peduli memantau perkembangannya

Selain itu, mengenai konten berita yang tersebar dan penggalangan dana yang akhir-akhir ini dibuka oleh banyak komunitas atau perorangan yang memakai FOTO-FOTO YANG DULU KAMI AMBIL TAHUN 2014, beserta penyerahan bantuannya adalah diluar sepengetahuan dan bukan tanggung jawab KOTAK INTAN.  ( contoh : pada lampiran Foto status ini )


Melalui klarifikasi ini, kami berharap tidak ada lagi kesalah pahaman yang melibatkan Kotak INTAN, sebab sejak FEBRUARI 2015 pendampingan FAHRI sudah kami serahkan pada orang tua yang memang memiliki HAK PENUH atas FAHRI.


Untuk selanjutnya, kotak Intan memilih untuk berkosentrasi pada program orang tua asuh untuk anak-anak putus sekolah,  bantuan untuk anak-anak “istimewa” ( kami TAK TERBIASA menyebut mereka difable), dan bantuan untuk anak anak yatim dan fakir miskin.  


Demikian klarifikasi ini kami buat , semoga menjadi wasilah kebaikan untuk kita bersama .. aamiin ya rabbanaa..

Foto foto pendukung klarifikasi ini saya lampirkan di kolom komentar fb..

https://www.facebook.com/sep.suhermin/posts/1662022627143006?comment_id=1662071027138166&reply_comment_id=1662087467136522&notif_t=feed_comment&notif_id=1491978258892380








Terima kasih

Bandung, 12 April 2017
13: 30 WIB


Selasa, 26 Januari 2016

BIARKANLAH BEGITU



Ketika kata tak terbuktikan apa apa..

Sebuah diary memilukan dan memalukan terjadi pada hari sabtu, 23 Januari 2016
Ini bukanlah sebuah berita, juga bukan sekonyong konyong menjadi buah bibir yang meluluh lantahkan kepercayaan dan persahabatan.  Siapa sahabat siapa, aku tak mau mengakui satu sama lain. Ini hanyalah sebuah gengsi dan rekaan takdir dari yang maha kuasa, bahwsanya melalui dirikulah aku tahu siapa menjadi siapa, dan bagaimana sebuah rasa menjadi kepedihan dan semangat.

Aku, si mpunya yang bertekad menolong banyak orang, justru harus membunuh sahabatnya sendiri. Oleh cara yang santun namun dikhianati para menteri yang sejujurnya gak punya peran apa apa dalam jengkalan kisah 2 orang sahabat senasib sepenanggungan itu, selalin sebagai eksekutor kejam di negeriku sendiri.

Ini tentang kenaifan, dari seorang aku yang setiap kala selalu bersedia menjadi teman dan sahabat baik, tanpa berfikir apakah orang tersebut gula atau menjadi duri dalam daging. Kisah ini akan tercatat khusus dalam tinta emas kehidupanku, bahwa perangai yang kocak selalu dirindukan dan lebih terpercaya, dibandingkan dengan ambisi muluk muluk yang dijalankan dengan caci maki dan marah.

Ah..hikmah,, berkali kali aku mencarinya diantara bejubel sesal dan rasa bersalah setiap kali mengingatnya. Jika kau mampu, akuilah kau mampu, jika kau tak mampu, akuilah tak mampu. Itulah barangkali yang sedikit demi sedikit datang terpatri memenuhi tenggorokan penat yang selalu mengundang air mata, saat aku tahu aku adalah peran utama yang sedang dalam episode jatuh sesaat sebelum kebangkitan.

Ini juga tentang pengakuan dari diriku mengenai sebuah dunia yang seolah olah sedang dalam perhelatan akbar disebuah pesta, namun ternyata minuman yang disajikan memiliki racun dayng tak semua gelas diisinya. Tinggal menunggu siapa yang meminumnya, ia lah yang giliran mati.

Aku nyatakan, aku mengundurkan diri dari dunia peradaban tersebut. Dan menyatakan kalah. Untuk selanjutnya berupaya memenangkan pertandingan di sebuah arena yang didalamnya berisi juri maha adil, maha bijaksana, dan maha penuh toleransi.

Ini lah hidup,dengan bermcam cerita, yang tersebar tanpa melihat alasan dan Fakta….

26 Agustus 2016

___SS_____

Selasa, 23 Desember 2014

OSTEOGENESIS IMPERPECTA ;FAHRI, " Kakiku ingin lurus, Itu Impianku, mungkinkah?"..



















Bismillaahirrohmannirrohiim...
FAHRI... 7 Tahun
adalah anak ke-1 dari 2 bersaudara dari seorang ibu yang kini telah bercerai juga mengalami Osteogenesis Imperfecta (kelainan genetik pembentukan jaringan ikat yg di tandai dg tulang mudah rapuh dan pecah). Sedangkan adiknya yang bernama FAIZAN ( 5 th ) tumbuh normal

Ketika bayi, Fahri lahir seperti bayi pada umumnya. Namun Fahri pernah terjatuh dari box roda, beberapa Tahun kemudian baru di ketahui tulang rusuknya patah dan merusak beberapa organ tubuh d dalamnya.
Kini Paru2nya terus membengkok semakin terdorong ke depan sehingga semakin sesak jika bernafas, tulang belakangnya semakin terdorong ke belakang, tangan dan kakinya semakin kurus dan melengkung dan semakin tidak bisa menopang tubuhnya sendiri, merangkak pun sudah semakin tak bisa. Jd bergerak hanya sedikit2, dengan kondisi tulang2nya mudah patah.

Kondisi terakhir Sabtu 13 Desember 2014 ketika saya beserta istri datang ke tempat tinggalnya (Jl Desa Cipadung No 82 Rt 03/ 03 Ds Cibiru, Bandung) betis kaki kanan Fahri patah dan selama 2 bulan perbannya belum mau di lepas, karena jika di lepas kakinya akan terasa sakit jika bergerak, tapi jika tidak di lepas selama itu khawatir MEMBUSUK

Terakhir berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung th 2009, karena keterbatasan biaya & sulitnya membawa Fahri dg kondisi seperti ini, pernah mengajukan bantuan pengobatan hingga ke Dinas Kesehatan tapi sudah lama belum mendapatkan tanggapan.

Ibunya yg bernama Sani (foto kanan bawah) kini tinggal ngontrak di Kebon Kalapa. Mungkin jika rekan2 sering ke BIP Bandung dan melihat perempuan bertubuh mungil yg mengalami Osteogenesis Imperfecta berjualan Tissu tepat di depan BIP, meski kadang harus berkejaran dg satpol PP tapi itulah mata pencaharian Sani untuk keluarganya yang dulu sempat berjualan keresek di Masjid Agung Bandung sebelum ada penertiban pedagang di Wilayah Alun2 Bandung... itulah Sani ibu dari FAHRI.

Bagi rekan2 yang bersedia membantu FAHRI bisa melalui donasi Rekening “Kotak Intan”

BRI 4289-01-000299-502 an Wida Ningsih.
telp 0857 2054 0494 ( asep suhermin )

Jazakumulloh Khoiron Katsiro kpd keluarga Fk2OP dan “Kotak Intan” selama 2,5 tahun telah rutin berpartisipasi... Semoga Alloh SWT melimpahi kita dg keberkahan kasih sayang-Nya... aamiin...
Wassalammu'alaikum wr wb..

Senin, 14 Oktober 2013

MORIENDO - by andrey Pratama


MORIENDO oleh ANdrey pratama

Saat pertama kali ditayangkan di acara KICK Andy pada tanggal 26 April 2013 di Metro TV , yang menampilkan beberapa pemenang dalam festival XXI SHORT FILM 2013, film pendek ini, yang juga merupakan salah stu pemenang dalam festival tersebut, adalah film yang paling mencuri perhatian sy.

Film berdurasi 6 menit ini bertema tentang "kematian" yang diceritakan secara misterius, sopan, tapi tidak terkesan horor. Film ini menampilkan setting yang cantik, indah, dengan dialog dan kata-kata yang "tidak biasa" meskipun tetap menampilkan sisi kegelapan sebuah kematian yang sedikit menyeramkan ..

sy hanya bisa bilang selamat untuk perfilman indonesia yang mulai menggeliat menghasilkan karya-karya yng specta untuk bisa menembus ranah dunia..


*****

Selasa, 24 September 2013

TENGOKLAH KELUAR


TENGOKLAH KELUAR

Ada banyak guru diluar sana, ada banyak sekolah dijalanan, ada banyak pelajaran dimanapun saya berdiri, berlari dan singgah. Ada yang mengajari saya untuk lebih banyak bersyukur saat mengamati orang-orang yang tengah diberi cobaan untuk menjalani kepahitan hidup, tukang sapu jalanan yang menjelma menjadi guru saya setiap kali saya melihatnya, bahwa rezeki tidak datang dengan tangan yang terus menerus menengadah. Anak-anak jalanan yang memberi makna terdalam tentang cinta dan kepedulian, pojok-pojok kota yang kerap mengajarkan arti kesederhanaan hidup, bahkan riuh rendahnya kota yang berbicara tentang kerasnya perjuangan hidup.

Siapa yang tak mampu mengambil pelajaran disetiap perputaran waktu dan silih bergantinya siang dan malam, yang tak lebar-lebar membuka matanya mengamati lintasan-lintasan peristiwa dan kejadian penuh makna yang tak pernah berhenti, yang tak menjadikan telinganya untuk mendengar lebih banyak keluh dan kesah, serta jerit yang kerap tak terdengar dari balik jendela mobil juga kantor yang tak membiarkan langkah kakinya sering-sering mengarah kejalanan untuk merasai langsung panasnya aspal yang membakar kulit dan terik yang memanggang kepala, sungguh amat merugilah ia.

Sungguh ada jiwa yang terbelai lembut setiap kali mendapatkan senyum balasan seorang pengemis tua, senyum yang jelas lebih menyentuh dari senyum klien atau rekan bisnis. Ada hati yang semakin peka usai berlama-lama mengobrol menyongsong senja bersama anak penjaja Koran sore, bahwa apa yang bisa makan esok pagi sangat bergantung dari berapa Koran yang terjual. Usahlah, mengajak mereka bermimpi untuk meneruskan sekolah, karena mereka hanya tahu bangku sekolah bukan tersedia untuk mereka. Dan pulanglah lebih malam ketika langkah anda akan terasa lemas bukan karena lelah sepulang bekerja, melainkan mata anda yang menyaksikan begitu banyak orang tertidur diemperan kota, sebelah tangannya menjadi bantal, tangan satunya mendekap perut yang belum sempat terisi semenjak siang. Menangislah orang-orang seperti saya mengingat nasi yang sering terbuang percuma karena masak berlebihan atau anak-anak yang bertingkah ingin jajan diluar.

Peluh yang keluar dari dahi dan setiap inci tubuh mereka, mungkin akan menjadi wewangian semerbak mereka dihadapan Allah nanti, bukti bahwa mereka bernar-benar merasai hidup yang sebenarnya. Legam hitam kulit yang terbakar matahari itu, bisa jadi pertanda bagi para malaikat untuk bersaksi atas perjuangan keras mereka bertahan atas semua cobaan dari tuhannya. Sementara kita? Seberapa banyak keringat kita? Tapi kenapa kita tak lebih bersyukur dari mereka dan terus menerus mengeluh?

Saya masih bisa bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk lebih banyak melihat keluar, dari balik jendela bis kota, dari aktivitas social yang saya geluti, dari kebiasaan untuk banyak singgah ditempat-tempat dimana saya bisa menemukan guru,sekolah, dan pelajaran kehidupan sesungguhna. Meski Cuma menengok, tapi saya tetap ingin selalu menyempatkan hati melihat keluar. Selalu

Oleh : Bayu Gawtama, 11 amanah lelaki

Tulisan diatas, adalah salah satu bab favorit saya dalam buku 11 amanah lelaki, yang dengan santun dan menyentuh ditulis oleh BAYU GAWTAMA. Sebelum membaca tulisan diatas, saya mengira bahwa acapkali saya terlalu pusing dan ribet di jejali pikiran-pikiran yang bukan tugas saya. Namun setelah membacanya, saya tahu bahwa berfikir, merenung dengan melihat keluar adalah bukan kegilaan atau ketidak warasan, akan tetapi sebuah pemikiran yang sederhana, namun luar biasa dari mereka yang dilahirkan tidak sama seperti  yang lainnya. BAB ini pun menjadi jalan bagi saya untuk SEMBUH serta bersyukur dan yakin bahwa dilahirkan tidak sama sperti yang lainnya adalah sebuah ANUGERAH. Dan diluar sana ada banyak pendukung-pendukung  terbaik untuk kita agar tetap BERBEDA…



Senin, 23 September 2013

11 AMANAH LELAKI, Menjemput keping Hikmah

1.      Hidup adalah sebuah perjalanan panjang, buatlah beberapa terminal untuk berhenti sejenak dan berkaca pada masa lalu. Agar tak perlu disesali karena kesalahan yang terjadi berulang kali.

2.      KEKAYAAN ITU BERNAMA SAHABAT, KARENA KADANG YANG KITA BICARAKAN KEPADA SAHABAT BISA JADI TIDAK BEGITU PENTING BAGI MEREKA, TAPI SUNGGUH TELINGA SAHABAT SEJATI AKAN TETAP TERSEDIA UNTUK KISAH-KISAH TAK PENTING KITA

3.      Kita yang sehat seringkali tidak bersyukur dengan apa yang kita miliki, sementara orang yang lemah lebih sering mensyukurinya

4.      DIMANAPUN KITA SINGGAH, SESUNGGUHNYA KITA AKAN MENINGGALKAN BEKAS DENGAN KATA, TINGKAH, DAN PERBUATAN. YANG SEMESTINYA KITA LAKUKAN ADALAH MEYAKINKAN BAHWA BEKAS DAN JEJAK YANG KITA TINGGALKAN ADALAH BEKAS KEBAIKAN, JEJAK KEARIFAN, DAN BUKAN SEBALIKNYA

BArangkali inilah sepenggal pelajaran dari sebuah buku mini, sebanyak 152 halaman yang berjudul “11 AMANAH LELAKI” karya Bayu Gawtama ini. Bahasanya ringan namun menyentuh dan meninggalkan makna-makna kehidupan. Ia tidak menggurui, ia hanya mengajak kita sebagai para pembaca untuk melihat dan merenungi sisi lain dari apa yang tampak, dan dinilai secara  benar padahal keliru.

Buku ini hebat, meskipun tidak sedahsyat buku-buku best seller yang sejenisnya. Namun banyak yang bisa kita renungkan. Tntang menjadi SAHABAT SEJATI, tentang menjadi LAKI-LAKI BERMASALAH, Tentang menjadi SUAMI, juga tentang menjadi AYAH.

Laki-laki terkadang divisualisasikan harus sempurna menerima amanahnya, namun jauh dari sosok kuat yang terlihat, ia tetaplah manusia, yang memiliki gundah, dan dituntut untuk mengatasi gundahnya tanpa dapat ia bercerita pada siapapun, dan menerima penghargaan apapun..

KIsah Gawtama ini, meskipun tipis dan ringan, tapi tetap berhasil menjadikan buku ini sebagai buku edukatif yang sarat dengan nilai dakwah, dan sosial 

Sebuah pernyataan yang saya kutip dari Gawtama : 

 CARA TERBAIK DALAM MEMBERI ADALAH SEPERTI BUNGA YANG TAK PERNAH PEDULI APAKAH ORANG YANG MENDAPATKAN KEHARUMAN DAN KEINDAHANNYA ADALAH SESEORANG YANG PANTAS ATAU TIDAK

Dan marilah kita renungkan, PERNAHKAH ANDA BENAR-BENAR MERASA MEMILIKI SESUATU?, karena setiap sesuatu yang awalnya tidak ada, pastilah akan berakhir pada ketiadaan. Dan setiap pemberian, akan kembali pada pemberiNYA…


Kamis, 12 September 2013

PANGANDARAN dan GRAND CANYON, bagian 1



PANGANDARAN dan GRAND CANYON, bagian 1

Hari sabtu 07 september 2013, Pukul 13.00 wib, meja kerjaku cepat-cepat kubereskan, meski masih terlihat berantakan, tapi tak apalah, hari selasa saja lah nanti kubereskan. Khawatir sahabatku sudah berada di kostanku. Kalau menghadapi sobatku yang satu ini memang harus super sabar.heheeh. Maklum karibku ini lebih muda, jadinya kalau bermain ke tempat-tempat wisata yang berbau adventure, semangatnya gak bisa dibendung.

Aku sedikit berlari keluar dari tempat kerjaku ini. Sudah terbayang apa saja yang akan kami lakukan di tempat tujuanku nanti. Rasanya sudah ingin menghirup udara pantai dan bercumbu dengan alam.
Sampai dikostan, aku masih memakai celana katun dan kemeja coklatku sewaktu kawanku membunyikan klakson pertanda ejekan, “ lambat, lambat, lambat”, ia sudah petantang petenteng dengan barang bawaannya. Sehingga kuputuskan untuk tetap memakai baju kerjaku itu, agar tidak membuat sahabtku marah-marah hanya karena aku ingin ganti baju.hehehe

Karibku bernama teguh, usia sekitar 27 tahunan, beda 2 tahun denganku dan sekarang sedang menyelesaikan studi S1 nya jurusan pendidikan matematika di siliwangi cimahi., dan semangatnya masih sangat berkobar kobar.hehehe. kadang sy geli melihat tingkahnya.
Yah, biasalah mahasiswa, kalau sudah sumpek dengan tugas-tugasnya, kadang penyegaran sangat diperlukan. apalagi memasuki tugas akhir.. well, akan selalu ada kejutan-kejutan emosi saat-saat seperti itu.

Ia sudah siap dengan peralatan tempurnya. Meski harus rencana sana rencana sini, belum beli ini dan itu. Belum beli persediaan makanan, air dsb. Ia memakai ransel dan satu tas kecil entah didalamnya berisi apa. Tubuhnya sudah full proteksi dengan jaket, sweater, masker, dan sarung tangan, juga tak lupa helm tentunya. Ada dua kantong keresek yang berisi satu kompan kosong untuk air, dan sandal. Wah, bocah ini lebih berpengalaman ke alam. Yah, sebagai yang lebih tua, aku mengalah saja, berhubung aku sendiri belum terlalu faham apa yang harus dibawa untuk pergi berwisata. Aku sendiri sudah diberi list untuk membawa beberapa peralatan, seperti alat mandi, senter, berbagai casan, baju ganti, alat masak dan makan, serta tidak bleh lupa “ALAT DOKUMENTASI”. Bagiku ini seperti peralatan kemping tapi keren. Hehehe.

Setelah aku turun keluar kamarku , dan menyambut suara klakson motor diluar, dia langsung berkata, “cepetan, ntar kemaleman, kita khan bukan mau pergi ke cianjur atau sukabumi”, 

hem aku hanya mengangguk dan menjawab, “ok ok,, tapi apa tak sebaiknya kita berdoa dulu?”, 

“sejak keluar rumah aku sudah berdoa dong”

Hem, dasar anak ini, kalau sudah diberi saran, sikap yang pertama kali ditunjukan adalah skeptis. Ya sudahlah, sambil motor mulai berjalan, aku berdoa sendiri didalam hati sambil menundukan kepala yang disembunyikan dalam helmku, dan berharap agar liburan kali ini tidak hanya sekedar liburan tapi juga bermanfaat dan menjadi nutrisi sendiri untuk seluruh keimananku baik rohani ataupun jasmani. Aamiin.

Dan percayalah,,, Tuhan sungguh-sungguh  mengabulkannya...

Kami mulai berangkat dari rumah sekitar pukul 13.30 wib dan beristirahat beberapa kali untuk melaksanakan shalat wajib. Jalanan yang memang tidak kukenali agak sedikit berkelok-kelok dan gelap (dibeberapa tempat sedang mati lampu),oleh karena itu, aku meminta pada sang supir untuk menjalankan beat ku itu tidak lebih dari 60 km/jam. Meskipun aku tahu sang supir itu bisa menjalankan lebih dari itu. but DONT !!!! Hehehe..
.
Kami sampai di area pangandaran pada pukul 10 malam, langsung membayar tiket masuk sebesar 8.000 rupiah dan disambut ojek-ojek malam yang berebut menawarkan tempat tinggal. Akhirnya setelah memilih, kami jatuhkan pilihan pada sebuah penginapan seharga 75.000. Lumayan irit, fasilitas secukupnya, air bersih, dan dekat dengan pantai serta warung nasi. Kami menginap selama 2 hari. Hari pertama kami berencana untuk pergi ke grand canyon, dan setengah hari kedua, kami akan menikmati hembusan angin dipasir putih.

Jujur saja, dalam buku elviku (buku yang sering kubawa-bawa), ada satu rencana yang tak pernah kubicarakan pada sahabatku itu. Aku ingin mengunjungi beberapa orang pinggiran dan berbaur dengan mereka. Tapi berhubung waktu yang terbatas, aku menutup keinginanku itu. Tapi, masih berharap agar Tuhan tetap memberikan makna dalam perjalananku ini, dan menemukan beberapa orang yang dapat kujadikan inspirasi dan pelajaran hidup untuk bertahan didunia yang super “keren” ini.

Setelah berbenah untuk membereskan barang-barang dan membersihkan badan, kami langsung beristirahat untuk menyambut esok hari. 

 
Hem, green canyon, tunggu kami !!, kami akan menciptakan sebuah konspirasi kemakmuran untukmu.hehehe

Esok… (bersambung)