Tampilkan postingan dengan label resensi fim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi fim. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Oktober 2013

MORIENDO - by andrey Pratama


MORIENDO oleh ANdrey pratama

Saat pertama kali ditayangkan di acara KICK Andy pada tanggal 26 April 2013 di Metro TV , yang menampilkan beberapa pemenang dalam festival XXI SHORT FILM 2013, film pendek ini, yang juga merupakan salah stu pemenang dalam festival tersebut, adalah film yang paling mencuri perhatian sy.

Film berdurasi 6 menit ini bertema tentang "kematian" yang diceritakan secara misterius, sopan, tapi tidak terkesan horor. Film ini menampilkan setting yang cantik, indah, dengan dialog dan kata-kata yang "tidak biasa" meskipun tetap menampilkan sisi kegelapan sebuah kematian yang sedikit menyeramkan ..

sy hanya bisa bilang selamat untuk perfilman indonesia yang mulai menggeliat menghasilkan karya-karya yng specta untuk bisa menembus ranah dunia..


*****

Kamis, 12 September 2013

CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE



"CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE"

Sebuah Film remaja hasil karya negeri Gajah Putih, Thailand

Kalau mendengar film-film remaja ala-ala anak sekolahan masa kini, sya pribadi memang agak skeptis dan biasanya langsung i'll say "No". Karena biasanya banyak mengandung unsur-unsur teori per"lebay"an dengan mata menyala dan dialognya yang banyak menggunakan kata-kata dari kebun binatang yang kalau kata tante syahrini mah "setar membahana".. (setidaknya ini sering terjadi di film dan sinetron indnesia)

Namun agak sedikit berbeda dengan film ini..

Film yang bergenre komedi romantis untuk remaja ini, memang tidak jauh beda dengan film kebanggaan indonesia "Ada Apa Dengan Cinta" yang dulu berhasil melambungkan nama Dian sastrowardoyo dan Nicholas Saputra". NAmun ada sisi sensitifitas kecil yang berhasil disentuh, dan menjadi kelebihan dalam film ini.

Film yang menyuguhkan kisah yang banyak terjadi pada remaja ini memang ringan dan jenaka, yang meskipun berisi adegan yang cenderung nyeleneh, kocak, bodoh dan sedikit brutal ini, berhasil di tampilkan dengan lebih sopan santun dan natural, tanpa harus di visualisasikan secara berlebihan dan vulgar.

film yang dibintangi artis-artis thailand yang sejujurnya tidak saya kenal ini, memang cocok ditonton oleh para remaja, dan mereka yang ingin bernostalgia ke masa remajanya.

Film yang sempat diputar di salah satu stasiun televisi indonesia saat lebaran, namun Dvdnya sudah beredar luas dipasaran ini, meskipun bercerita tentang isu yang tidak neko-neko dan ringan ini, setidaknya berhasil membuat saya tersenyum-tersenyum geli jk teringat beberapa adegan yang berada difilm yang layak dianugerahi 4 bintang ini.. (setidaknya itu penilaian saya..hehehe)

selamat menonton

Sabtu, 22 Desember 2012

OPINI TENTANG FILM 5 CM




5 cm.

Bagaimana jika kita hanya memiliki sahabat yang itu-itu saja selama bertahun-tahun. Kita hanya menghabiskan waktu bersama mereka, dan tidak ada yang bisa dilakukan tanpa mereka. Betul-betul tergantung pada kondisi persahabatan yang membosankan tersebut, namun menahan cinta yang mendalam pada salah seorang sahabat tersebut, tanpa berani mengungkapkannya?....

Kisah 5 remaja yang sedkit “berlebihan” memandang persahabatan, kisah cinta, mimpi didepan mata, petualangan ala-ala remaja tanggung namun realistis, edukatif dan apa adanya, lepas dari tuntutan gengsi satu sama lain dan sangat menyentuh hati, memang menjadi daya tarik tersendiri novel karya Donny Dhirgantoro ini. Saya pribadi  memang menempatkan novel ini di 10 besar novel yang paling saya favoritkan. Novel ini cukup membuat saya tidak dapat berhenti membacanya, dan jika harus berhenti, kata-kata yang dituliskan tetap terngiang-ngiang sepanjang waktu.

Berbicara mengenai filmnya, sy memang berharap banyak pada segala aspek yang sempat saya bayangkan sewaktu membacanya. Tentunya sebagai penonton, imajinasi yang terekam dalam benak saya sewaktu membaca novel ini, akan dihidupkan sang sutradara, rizal mantovani, dengan sempurna dan kembali membuat sy merasakan sensasi sewaktu membacanya.

Iklan dan promo yang dilakukan para pemain, sebetulnya cukup membuat sy berhasrat besar untuk menghargai film ini dengan menontonnya ke bioskop, apalgi mereka sudah mati-matian dan penuh pengorbanan menantang bahaya langsung di latar aslinya, yaitu Gunung MAHAMERU.

Semua Tokoh sangat hidup. Ian yang diperankan Saykoji, Zafran yang dperankan HErjunot Ali, Riani yang diperankan Raline Shah, cukup membuat sy tersenyum puas. Sementara perawakan denny Sumargo sebagai Arial, elegantnya Genta oleh ferdi Nuril, dan kecantikan Arinda oleh Pevita Pearce, agak jauh dengan apa yang sy bayangkan (tentunya penilaian ini relative.hehehe)…

Dari segi cerita, seperti (penyakit) dari fim-film yang diadaptasi dari novel-novel terlaris, selalu ada beberapa adegan yang tidak divisualisasikan. Sebenernya jika adegan itu tidak memperngaruhi cerita sih gak apa-apa. Namun kadang kala, potongan adegan ini justru yang menjadi favorit pembaca novel. Penyakit potongan-potongan ini sempat terjadi pada film Harry potter, atau produk film Indonesia Ayat-ayat cinta, yang justru menjadi mati karena cerita terbaik pada novelnya justru tidak dipublikasikan.

Begitu pula dengan film ini, ada beberapa cerita yang tidak divisualisasikan, yang justru bagian-bagian tersebut adalah bagian-bagian favorit dan mengguncang hati para pembaca novel (setidaknya bagi saya). Adegan mistis yang dialami dan diceritakan secara elegan tokoh Genta yang tersesat sendirian di Hutan kalimati selama sehari semalam, atau pertolongan “roh” pendaki yang dulu meninggal di Mahameru yang sejak dari lereng gunung, sudah mengikuti dan menyemangati perjalanan 6 sekawan ini, yang menjadi nilai heroik  dari novel ini (apalagi waktu kisahnya bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia). Yah, sy pribadi agak kecewa karena  Adegan-adengan inilah yang memberi warna tersendiri dalam novel 5 cm justru tidak difilmkan. Padahal, saya sempat berpendapat, dengan pengorbanan dan perjuangan mati-matian bahkan hingga langsung membuat di latar asli yang memiliki kondisi dan medan yang sangat sulit, MAHAMERU, film ini tidak akan tanggung-tanggung dalam menjabarkan dan menghidupkan kisahnya. Sayang sekali….

Namun lepas dari semua kekecewaan diatas, film ini cukup membuat saya menghela nafas kagum. Sebab meskipun sy fikir, 5 cm lebih tepat berada dalam tema petualangan, namun film ini juga menyajikan kisah-kisah romantis cinta, persahabatan, komedi dengan alunan dialog yang elegan dan cerdas.

Kisah bagaimana 6 sahabat dan 1 “saudari kecil” yang saling bahu membahu dan menyemangati dalam mimpinya, RASA NASIONALISME menjadi PEMUDA INDONESIA, cinta segi empat yang dibawakan dengan santun dan tidak membabi buta, dan yang paling menakjubkan adalah “eksploitasi” positif untuk menyajikan pemandangan-pemandangan menakjubkan yang ada di INDONESIA tercinta, menjadi daya tarik berbeda dari film ini. Meski petualangan yang di harapkan hadir mendominasi film ini, memang menjadi resesif karena sutradara lebih menyajikan dan memfokuskan pada kondisi persahabatan para tokohnya saja.  
Ada 1 pesan yang saya setujui dari kisah 5 cm, yakni sebuah pesan untuk menarik diri dari hingar binger kenyamanan bersama sahabat sebetulnya dapat membuat kita melakukan banyak hal termasuk pandangan mengenai realita hidup. Meskipun tentu tidak untuk selamanya. Namun kadang-kadang, mencoba menyendiri dengan mencari makna tentang tugas dan peran apa kita hidup akan menjadikan kita tidak hanya “SEONGGOK DAGING” yang menunggu mati……

Secara menyeluruh, film ini cukup layak menjadi tontonan bermakna  renyah dan mudah dicerna. Apalagi, ada pesan-pesan yang meski umum “didendangkan” novel-novel dan film-film edukatif, namun pemaparan dan gaya bahasa 5 cm cukup berbeda dan membuat saya terdiam.

Intinya, jika ingin menonton film ini, sy menyarankan untuk tidak membaca novelnya dahulu. Sebab, akan banyak harapan dari interpretasi2 pembaca tentang kisah yang dipaparkan  secara ringan,menyentuh namun berbobot oleh sang penulis. Bacalah novelnya setelah menonton filmnya, dan insya Alloh anda akan terhempas kedalam suasana sentimentil dengan makna-makna pandangan kehidupan mengenai cinta sejati, persahabatan, mimpi di masa depan, yang akan membuat anda mengangguk-angguk dan berkata, “ya sih, bener juga”…..

Dan…

3 setengah bintang untuk film ini.....