Tampilkan postingan dengan label tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tauhid. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Januari 2016

BIARKANLAH BEGITU



Ketika kata tak terbuktikan apa apa..

Sebuah diary memilukan dan memalukan terjadi pada hari sabtu, 23 Januari 2016
Ini bukanlah sebuah berita, juga bukan sekonyong konyong menjadi buah bibir yang meluluh lantahkan kepercayaan dan persahabatan.  Siapa sahabat siapa, aku tak mau mengakui satu sama lain. Ini hanyalah sebuah gengsi dan rekaan takdir dari yang maha kuasa, bahwsanya melalui dirikulah aku tahu siapa menjadi siapa, dan bagaimana sebuah rasa menjadi kepedihan dan semangat.

Aku, si mpunya yang bertekad menolong banyak orang, justru harus membunuh sahabatnya sendiri. Oleh cara yang santun namun dikhianati para menteri yang sejujurnya gak punya peran apa apa dalam jengkalan kisah 2 orang sahabat senasib sepenanggungan itu, selalin sebagai eksekutor kejam di negeriku sendiri.

Ini tentang kenaifan, dari seorang aku yang setiap kala selalu bersedia menjadi teman dan sahabat baik, tanpa berfikir apakah orang tersebut gula atau menjadi duri dalam daging. Kisah ini akan tercatat khusus dalam tinta emas kehidupanku, bahwa perangai yang kocak selalu dirindukan dan lebih terpercaya, dibandingkan dengan ambisi muluk muluk yang dijalankan dengan caci maki dan marah.

Ah..hikmah,, berkali kali aku mencarinya diantara bejubel sesal dan rasa bersalah setiap kali mengingatnya. Jika kau mampu, akuilah kau mampu, jika kau tak mampu, akuilah tak mampu. Itulah barangkali yang sedikit demi sedikit datang terpatri memenuhi tenggorokan penat yang selalu mengundang air mata, saat aku tahu aku adalah peran utama yang sedang dalam episode jatuh sesaat sebelum kebangkitan.

Ini juga tentang pengakuan dari diriku mengenai sebuah dunia yang seolah olah sedang dalam perhelatan akbar disebuah pesta, namun ternyata minuman yang disajikan memiliki racun dayng tak semua gelas diisinya. Tinggal menunggu siapa yang meminumnya, ia lah yang giliran mati.

Aku nyatakan, aku mengundurkan diri dari dunia peradaban tersebut. Dan menyatakan kalah. Untuk selanjutnya berupaya memenangkan pertandingan di sebuah arena yang didalamnya berisi juri maha adil, maha bijaksana, dan maha penuh toleransi.

Ini lah hidup,dengan bermcam cerita, yang tersebar tanpa melihat alasan dan Fakta….

26 Agustus 2016

___SS_____

Selasa, 29 Oktober 2013

*CAHAYA*

*CAHAYA*

baru kurang lebih 4 jam Tuhan memberi kesempatan menikmati udara bumi...

telah ada 2 ilmu besar yang diberikan atas mata yang baru saja terbuka

1. masih merinding ketika beliau menangis di Rumah Tuhan karena telah ada cahaya kecil telah menyentuh relung hatinya yang lama tak bersujud berjemaah disenja hari
2. ada syetan yang sedang memunggungi hidup seseorang, sehingga hidupnya tak pernah bisa membuka daun jendela petunjuk yang lama berkarat

# hanya bisa mengucap syukur bahwa ilmu datang pada saat ia mencarinya dan mau memikirkannya..

mari kita membuka pintu dan membiarkan cahaya pagi memasuki relung jiwa kita, karena disana ada kasih sayang Allah yang mengalahkan semua keluhan....

Sabtu, 26 Oktober 2013

SEBUAH RENUNGAN






Terima kasih untuk…

Lebah yang mengajarkan keihlasan
Unta yang mengajarkan pengabdian
Kupu-kupu yang mengajarkan kekuatan
Semut yang mengajarkan kejujuran

dan seluruh mahluk yang mengajarkan penghambaan......

QS. Al-Baqarah [2] : 164

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan

Rabu, 17 Oktober 2012

ALI BIN ABI THALIB, PEMUDA YANG LAHIR DALAM KEPRIHATINAN DAN WAFAT DALAM KESUNYIAN


 Sahabat yang lahir dalam keprihatinan dan meninggal dalam Kesunyian.
Dialah, khalifah Ali bin Abi Thalib ra.

Ali kecil adalah anak yang malang. Namun, kehadiran Muhammad SAW telah memberi seberkas pelangi baginya. Ali, tidak pernah bisa bercurah hati kepada ayahnya, Abi Thalib, selega ia bercurah hati kepada Rasulullah. Sebab, hingga akhir hayatnya pun, Abi Thalib tetap tak mampu mengucap kata syahadat tanda penyerahan hatinya kepada Allah. Ayahnya tak pernah bisa merasa betapa nikmatnya saat bersujud menyerahkan diri,kepada Allah Rabb semesta sekalian alam.

Kematian ayahnya tanpa membawa sejumput iman begitu memukul Ali. Kelak dari sinilah, ia kemudian bertekad kuat untuk tak mengulang kejadian ini buat kedua kali. Ia ingin, saat dirinya harus mati nanti, anak-anaknya tak lagi menangisi ayahnya seperti tangis dirinya untuk ayahnya, Abi Thalib. Tak cuma dirinya, disebelahnya, Rasulullah pun turut menangisi kenyataan tragis ini...saat paman yang selama ini melindunginya, tak mampu ia lindungi nanti...di hari akhir,karena ketiaadaan iman di dalam dadanya.

Betul-betul pahit, padahal Ali tahu bahwa ayahnya sangatlah mencintai dirinya dan Rasulullah. Saat ayahnya, buat pertama kali memergoki dirinya sholat berjamaah bersama Rasulullah, ia telah menyatakan dukungannya. Abi Thalib berkata, ""Janganlah kau berpisah darinya (Rasulullah), karena ia tidak mengajakmu kecuali kepada kebaikan".

Sejak masih berumur 6 tahun, Ali telah bersama dan menjadi pengikut setia Rasulullah. Sejarah kelak mencatat bahwa Ali terbukti berkomitmen pada kesetiaannya. Ia telah hadir bersama Rasulullah sejak awal dan baru berakhir saat Rasulullah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Ali ada disaat yang lain tiada. Ali adalah tameng hidup Rasulullah dalam kondisi kritis atau dalam berbagai peperangan genting, saat diri Rasulullah terancam.

Kecintaan Ali pada Rasulullah, dibalas dengan sangat manis oleh Rasulullah. Pada sebuah kesempatan ia menghadiahkan kepada Ali sebuah kalimat yang begitu melegenda, yaitu : "Ali, engkaulah saudaraku...di dunia dan di akhirat..."

Ali, adalah pribadi yang istimewa. Ia adalah remaja pertama di belahan bumi ini yang meyakini kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah. Konsekuensinya adalah, ia kemudian seperti tercerabut dari kegermerlapan dunia remaja. Disaat remaja lain berhura-hura. Ali telah berkenalan dengan nilai-nilai spiritual yang ditunjukkan oleh Rasulullah, baik melalui lisan maupun melalui tindak-tanduk beliau. "Aku selalu mengikutinya (Rasulullah SAWW) sebagaimana anak kecil selalu membuntuti ibunya. Setiap hari ia menunjukkan kepadaku akhlak yang mulai dan memerintahkanku untuk mengikuti jejaknya", begitu kata Ali mengenang masa-masa indah bersama Rasulullah tidak lama setelah Rasulullah wafat.

Amirul mukminin Ali, tumbuh menjadi pemuda yang berdedikasi. Dalam berbagai forum serius yang dihadiri para tetua, Ali selalu ada mewakili kemudaan. Namun, muda tak berarti tak bijaksana. Banyak argumen dan kata-kata Ali yang kemudian menjadi rujukan. Khalifah Umar bahkan pernah berkata,"Tanpa Ali, Umar sudah lama binasa"

Pengorbanannya menjadi buah bibir sejarah Islam. Ali-lah yang bersedia tidur di ranjang Rasulullah, menggantikan dirinya, saat rumahnya telah terkepung oleh puluhan pemuda terbaik utusan kaum kafir Quraisy yang hendak membunuhnya di pagi buta. Ali bertaruh nyawa. Dan hanya desain Allah saja semata, jika kemudian ia masih tetap selamat, begitu juga dengan Rasulullah yang saat itu 'terpaksa' hijrah ditemani Abu Bakar seorang.

Keperkasaan Ali tiada banding. Dalam perang Badar, perang pertama yang paling berkesan bagi Rasulullah (sehingga setelahnya, beliau memanggil para sahabat yang ikut berjuang dalam Badar dengan sebutan " Yaa...ahlul Badar..."), Ali menunjukkan siapa dirinya sesungguhnya. Dalam perang itu ia berhasil menewaskan separo dari 70an pihak musuh yang terbunuh. Hari itu, bersama sepasukan malaikat yang turun dari langit, Ali mengamuk laksana badai gurun.

Perang Badar adalah perang spiritual. Di sinilah, para sahabat terdekat dan pertama-tama Rasulullah menunjukkan dedikasinya terhadap apa yang disebut dengan iman. Mulanya, jumlah lawan yang sepuluh kali lipat jumlahnya menggundahkan hati para sahabat. Namun, doa pamungkas Rasulullah menjadi penyelamat dari jiwa-jiwa yang gundah. Sebuah doa, semirip ultimatum, yang setelah itu tak pernah lagi diucapkan Rasulullah..."Ya Allah, disinilah sisa umat terbaikmu berkumpul...jika Engkau tak menurunkan bantuanmu, Islam takkan lagi tegak di muka bumi ini..."

Dalam berbagai siroh, disebutkan bahwa musuh kemudian melihat jumlah pasukan muslim seakan tiada batasnya, padahal jumlah sejatinya tidaklah lebih dari 30 gelintir. Pasukan berjubah putih berkuda putih seperti turun dari langit dan bergabung bersama pasukan Rasulullah. Itulah, kemenangan pasukan iman. Dan Ali, menjadi bintang lapangannya hari itu.

Tak hanya Badar, banyak peperangan setelahnya menjadikan Ali sebagai sosok yang disegani. Di Uhud, perang paling berdarah bagi kaum muslim, Ali menjadi penyelamat karena dialah yang tetap teguh mengibarkan panji Islam setelah satu demi satu para sahabat bertumbangan. Dan yang terpenting, Ali melindungi Rasulullah yang kala itu terjepit hingga gigi RAsulullah bahkan rompal dan darah mengalir di mana-mana. Teriakan takbir dari Ali menguatkan kembali semangat bertarung para sahabat, terutama setelah melihat Rasululah dalam kondisi kritis.

Perang Uhud meski pahit namun sejatinya berbuah manis. Di Uhud, Rasulullah banyak kehilangan sahabat terbaiknya, para ahlul Badar. Termasuk pamannya, Hamzah --sang singa padang pasir. Kedukaan yang tak terperi, sebab Hamzah-lah yang selama ini loyal melindungi Rasulullah setelah Abi Thalib wafat. Buah manisnya adalah, doa penting Rasulullah juga terkabul, yaitu masuknya Khalid bin Walid, panglima musuh di Perang Uhud, ke pangkuan Islam. Khalid kemudian, hingga akhir hayatnya, mempersembahkan kontribusi besar terhadap kemenangan dan perkembangan Islam.

Bagi Ali sendiri, perang Uhud makin menguatkan imagi tersendiri pada sosok Fatimah binti Muhammad SAW. Sebab di perang Uhud, Fatimah turut serta. Dialah yang membasuh luka ayahnya, juga Ali, berikut pedang dan baju perisainya yang bersimbah darah.

Juga di perang Khandak. Perang yang juga terhitung genting. Perang pertama yang sifatnya psyco-war. Ali kembali menjadi pahlawan, setelah cuma ia satu-satunya sahabat yang 'berani' maju meladeni tantangan seorang musuh yang dikenal jawara paling tangguh, ‘Amr bin Abdi Wud. Dalam gumpalan debu pasir dan dentingan suara pedang. Ali bertarung satu lawan satu. Rasulullah SAW bahkan bersabda: “Manifestasi seluruh iman sedang berhadapan dengan manifestasi seluruh kekufuran”.

Dan teriakan takbir menjadi pertanda, bahwa Ali menyudahinya dengan kemenangan. Kerja keras Ali berbuah. Kemenangan di raih pasukan Islam tanpa ada benturan kedua pasukan. Tidak ada pertumpahan darah. kegemilangan ini, membuat Rasulullah SAW pada sebuah kesempatan : “Peperangan Ali dengan ‘Amr lebih utama dari amalan umatku hingga hari kiamat kelak”.

Seluruh peperangan Rasulullah diikuti oleh Ali, kecuali satu di Perang Tabuk. Rasulullah memintanya menetap di Mekkah untuk menjaga stabilitas wilayah. Sebab Rasulullah mengetahui, ada upaya busuk dari kaum munafiq untuk melemahkan Mekkah dari dalam saat Rasulullah keluar memimpin perang TAbuk. Kehadiran Ali di Mekkah, meski seorang diri, telah berhasil memporakporandakan rencana buruk itu. Nyali mereka ciut, mengetahui ada Ali di tengah-tengah mereka.

Perubahan drastis ditunjukkan Ali setelah Rasulullah wafat. Ia lebih suka menyepi, bergelut dengan ilmu, mengajarkan Islam kepada murid-muridnya. Di fase inilah, Ali menjadi sosok dirinya yang lain, yaitu seorang pemikir. Keperkasaannya yang melegenda telah diubahnya menjadi sosok yang identik dengan ilmu. Ali benar-benar terinspirasi oleh kata-kata Rasulullah, "jika aku ini adalah kota ilmu, maka Ali adalah pintu gerbangnya". Dari ahli pedang menjadi ahli kalam (pena). Ali begitu tenggelam didalamnya, hingga kemudian ia 'terbangun' kembali ke gelanggang untuk menyelesaikan 'benang ruwet', sebuah nokta merah dalam sejarah Islam. Sebuah fase di mana sahabat harus bertempur melawan sahabat.


Kenangan Bersama Fatimah Az-Zahra
Sejatinya, sosok Fatimah telah lama ada di hati Ali. Ali-lah yang mengantarkan Fatimah kecil meninggalkan Mekkah menyusul ayahnya yang telah dulu hijrah. Ali pula yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri, betapa Fatimah menangis tersedu-sedu setiap kali Rasulullah dizhalimi. Ali bisa merasakan betapa pedihnya hati fatimah saat ia membersihkan kotoran kambing dari punggung ayahnya yang sedang sholat, yang dilemparkan dengan penuh kebencian oleh orang-orang kafir quraisy.

Bagi Fatimah, sosok rasulullah, ayahnya, adalah sosok yang paling dirindukannya. Meski hati sedih bukan kepalang, duka tak berujung suka, begitu melihat wajah ayahnya, semua sedih dan duka akan sirna seketika. Bagi Fatimah, Rasulullah adalah inspirator terbesar dalam hidupnya. Fatimah hidup dalam kesederhanaan karena Rasulullah menampakkan padanya hakikat kesederhanaan dan kebersahajaan. Fatimah belajar sabar, karena Rasulullah telah menanamkan makna kesabaran melalui deraan dan fitnah yang diterimanya di sepanjang hidupnya. Dan Ali merasakan itu semua. Karena ia tumbuh dan besar di tengah-tengah mereka berdua.

Maka, saat Rasulullah mempercayakan Fatimah pada dirinya, sebagai belahan jiwanya, sebagai teman mengarungi kehidupan, maka saat itulah hari paling bersejarah bagi dirinya. Sebab, sesunguhnya, Fatimah bagi Ali adalah seperti bunda Khodijah bagi Rasulullah. Teramatlah istimewa.

Suka duka, yang lebih banyak dukanya mereka lewati bersama. Dua hari setelah kelahiran Hasan, putra pertama mereka, Ali harus berangkat pergi ke medan perang bersama Rasulullah. Ali tidak pernah benar-benar bisa mencurahkan seluruh cintanya buat Fatimah juga anaknya. Ada mulut-mulut umat yang menganga yang juga menanti cinta sang khalifah.

Mereka berdua hidup dalam kesederhanaan. Kesederhanaan yang sampai mengguncang langit. Penduduk langit bahkan sampai ikut menangis karenanya. Berhari-hari tak ada makanan di meja makan. Puasa tiga hari berturut-turut karena ketiadaan makanan pernah hinggap dalam kehidupan mereka. Tengoklah Ali, dia sedang menimba air di pojokkan sana, Setiap timba yang bisa angkat, dihargai dengan sebutir kurma. Hasan dan Husein bukan main riangnya mendapatkan sekerat kurma dari sang ayah.

Pun, demikian tak pernah ada keluk kesah dari mulut mereka. Bahkan, mereka masih bisa bersedekah. Rasulullah...tak mampu menahan tangisnya... saat mengetahui Fatimah memberikan satu-satunya benda berharga miliknya, seuntai kalung peninggalan sang bunda Khodijah, ketika kedatangan pengemis yang meminta belas kasihan padanya. Rasulullah, yang perkasa itu, tak mampu menyembunyikan betapa air matanya menetes satu persatu...terutama mengingat bahwa kalung itu begitu khusus maknanya bagi dirinya... dan fatimah rela melepasnya, demi menyelamatkan perut seorang pengemis yang lapar, yang bahkan tidak pula dikenalnya.

Dan lihatlah...langit tak diam. Mereka telah menyusun rencana. HIngga, melalui tangan para sahabat, kalung itu akhirnya kembali ke Fatimah. Sang pengemis, budak belaian itu bisa pulang dalam keadaan kenyang, dan punya bekal pulang, menjadi hamba yang merdeka pula. Dan yang terpenting adalah kalung itu telah kembali ke lehernya yang paling berhak...Fatimah.

Namun, waktu terus berjalan. Cinta di dunia tidaklah pernah abadi. Sebab jasad terbatasi oleh usia. Mati. Sepeninggal Rasulullah, Fatimah lebih sering berada dalam kesendirian. Ia bahkan sering sakit-sakitan. Sebuah kondisi yang sebelumnya tidak pernah terjadi saat rasulullah masih hidup. Fatimah seperti tak bisa menerima, mengapa kondisi umat begitu cepat berubah sepeninggal ayahnya. Fatimah merasa telah kehilangan sesuatu yang bernama cinta pada diri umat terhadap pemimpinnya. Dan ia semakin menderita karenanya setiap kali ia terkenang pada sosok yang dirindukannya, Rasulullah SAW.

Pada masa ketika kekalutan tengah berada di puncaknya, Fatimah teringat pada sepenggal kalimat rahasia ayahnya. Pada detik-detik kematian Rasulullah...di tengah isak tangis Fatimah...Rasulullah membisikkan sesuatu pada Fatimah, yang dengan itu telah berhasil membuat Fatimah tersenyum. Senyum yang tak bisa terbaca. Pesan Rasulullah itu sangatlah rahasia, dia hanya bisa terkatakan nanti setelah Rasulullah wafat atau saat Fatimah seperti sekarang ini...terbujur di pembaringan. Ya, Rasulullah berkata, "Sepeninggalku, ...diantara bait-ku (keluargaku), engkaulah yang pertama-tama akan menyusulku..."

Kini, Fatimah telah menunggu masa itu. Ia telah sedemikian rindu dengan ayahanda pujaan hatinya. Setelah menatap mata suaminya, dan menggenggam erat tangannya...seakan ingin berkata, "kutunggu dirimu nanti di surga...bersama ayah...", Fatimah Az-Zahro menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya... dalam deraian air mata... Ali menguburkan jasad istrinya tercinta itu...yang masih belia itu...sendiri...di tengah malam buta...Ali tidak ingin membagi perasaannya itu dengan orang lain. Mereka berdua larut dalam keheningan yang hanya mereka berdua yang tahu. Lama Ali terpekur di gundukan tanah merah yang baru saja dibuatnya. Setiap katanya adalah setiap tetes air matanya. Mengalir begitu deras. Hingga kemudian, dengan dua tangan terkepal. Ali bangkit berdiri...dan berteriak sekeras-seKerasnya sambil menghadap langit...." A L L A H U ... A K B A R".


Pertempuran Antar Sahabat
Amirul Mukminin Ali ra., kemudian berkonsentrasi membenahi kondisi umat. Terutama pada sisi administrasi pemerintahan, ekonomi dan stabilitas pertahanan. Beberapa reformasi fundamental, seperti penggantian pejabat dan pengambilan kembali harta yang pernah diberikan oleh khalifah sebelumnya (Ustman bin Affan) menyulut kontroversi. Terutama, dalam kacamata awam, Ali tak pula kunjung menyeret pelaku pembunuhan Khalifah Ustman ke pengadilan.

Yang harus dihadapi Ali tak tanggung-tanggung, sahabatnya sendiri. Sahabat yang dulu pernah berjuang bersama Rasulullah menegakkan Islam, kini berada dalam barisan yang hendak melawannya. Bahkan ada pula sahabat yang dulu membaiatnya menjadi khalifah. kini turut pula menghadangnya. Kondisi yang betul-betul pahit.

Ali tidak pandang bulu. Baginya hukum menyentuh siapa saja. Tidak ada istilah 'orang kuat' di mata Ali. BAgi beliau, "orang lemah terlihat kuat dimataku, saat aku harus berjuang keras mengembalikan hak miliknya yang terampas. Orang kuat terlihat lemah di mataku, saat aku terpaksa mengambil sesuatu darinya yang bukan menjadi haknya".

Di masa Khalifah Ali, pusat pemerintahan di pindahkan ke Kuffah. Dari sini kemudian ia mengendalikan wilayah Islam, yang saat itu telah meluas termasuk Syam. Kondisi saat itu benar-benar membutuhkan ketegasan. Sebagai khalifah terakhir dalam bingkai Khulafa Ar-rasyidin, Ali dihadapkan pada masa pelik. Dimana akar dari permasalahannya adalah makin bertambahnya Islam dari segi jumlah namun makin berkurang pula dari segi kualitas. Interest pribadi (nafs), kesukuan (nasionalisme sempit) yang dibalut atas nama agama, menjadi awal mulanya masa kemunduran Islam.

Ketidaksempurnaan informasi yang diterima bunda Aisyah di Mekkah terhadap beberapa kebijakan Khalifah Ali telah membuatnya menyerbu Kuffah. Perang Jamal (Unta), demikian sejarah mencatatnya. Sebab bunda Aiysah ra memimpin perang melawan Ali dengan menunggangi Unta. Bersama Aisyah, turut pula sahabat Zubair bin Awam dan Thalhah. Di akhir peperangan, Khalifah Ali menjelaskan semuanya, dan Asiyah dipulangkan dengan hormat ke Mekkah. Ali mengutus beberapa pasukan khusus untuk mengawal kepulangan bunda Aisyah ke Mekkah.

Berikutnya adalah Perang Shiffin. Bermula dari GUbernur Syam, Muawiyyah bin Abu Sofyan yang menyatakan penolakannya atas keputusan Ali mengganti dirinya sebagai gubernur. Kondisi serba tak taat ini membuat Ali masygul. Mereka bertemu dalam Perang Siffin. Dan di saat-saat memasuki kekalahannya, pasukan Syam kemudian mengangkat Al-Quran tinggi-tinggi dengan tombaknya, yang membuat pasukan Kufah menghentikan serangan. Dengan cara itu, kemudian dibukalah pintu dialog.

Perundingan inilah yang kemudian membawa babak baru dalam kehidupan Ali, bahkan dunia Islam hingga saat ini. Sebuah tahkim (arbitrase) yang menurut sebagian pihak membuat Ali di bagian pihak yang kalah, namun menunjukkan kemuliaan hati Ali di sisi lain. Syam mengutus Amru Bin 'Ash yang terkenal dengan negosiasinya dan Ali mengutus Abu Musa Asyari, yang terkenal dengan kejujurannya. Ali nampak betul-betul berharap terhadap perundingan ini dan menghasilkan traktat yang membawa kedamaian diantara keduanya. Namun, kelihaian mengolah kata-kata dari pihak Syam membuat arbitrase itu seperti mengukuhkan kemunduran Ali sebagai khalifah dan menggantikannya dengan Muawiyah.

Dan ini menimbulkan ketidakpuasan dari beberapa elemen di pasukan Ali. Dari sini, lahirlah para Khawarij yang kelak kemudian, bertanggung jawab terhadap kematian Khalifah Ali.

Khawarij itu, Tiga untuk Tiga... Mereka membentuk tim berisi tiga orang yang tugasnya membunuh tiga orang yang dianggap paling bertanggung jawab terhadap perundingan tersebut. Abdurahman bin Muljam ditugasi untuk membunuh Ali bin Thalib, Amr bin Abi Bakar ditugasi untuk membunuh Muawiyah, dan Amir bin Bakar ditugasi untuk membunuh Amr bin Ash. Mereka kemudian gagal membunuh tokoh-tokoh ini, kecuali Abdurahman bin Muljam.

Menjelang wafatnya Khalifah Ali ra, Ali sempat bermuram durja. Sebab, penduduk Kuffah termakan propaganda dan kehilangan ketaatan kepada dirinya. Saat Ali meminta warga Kuffah untuk mempersiapkan diri menyerbu Syam, namun warga Kuffah tak terlalu menanggapi seruan itu. Ini berdampak psikologis amat berat bagi Ali. Tidak hanya sekali dua kali. tapi acapkali seruan Khalifah Ali di anggap angin lalu oleh warga Kufah.

Karena itu, Ali sempat berkata," “Aku terjebak di tengah orang-orang tidak menaati perintah dan tidak memenuhi panggilanku. Wahai kalian yang tidak mengerti kesetiaan! Untuk apa kalian menunggu? Mengapa kalian tidak melakukan tindakan apapun untuk membela agama Allah? Mana agama yang kalian yakini dan mana kecemburuan yang bisa membangkitkan amarah kalian?”

Pada kesempatan yang lain beliau juga berkata, “Wahai umat yang jika aku perintah tidak menggubris perintahku, dan jika aku panggil tidak menjawab panggilanku! Kalian adalah orang-orang yang kebingungan kala mendapat kesempatan dan lemah ketika diserang. Jika sekelompok orang datang dengan pemimpinnya, kalian cerca mereka, dan jika terpaksa melakukan pekerjaan berat, kalian menyerah. Aku tidak lagi merasa nyaman berada di tengah-tengah kalian. Jika bersama kalian, aku merasa sebatang kara.”

"Jika bersama kalian, aku merasa sebatang kara". Pernyataan pedih mewakili hati yang pedih. Dalam kehidupan kekinian, mungkin bertebaran di tengah-tengah kita pemimpin-pemimpin baru atau anak-anak muda berjiwa pembaharu yang dalam hatinya sama dengan dalamnya hati Ali ra saat mengucapkan kalimat itu. Mereka menawarkan jalan cerah tapi, kita umatnya memilih kegelapan yang nampak menyilaukan. Kita abai terhadap ajakan mereka, dan malah mungkin memusuhinya...mengisolasinya. Ahhh...semoga kita terhindar dari kelakuan keji itu...

Usaha Khalifah Ali ra untuk menyusun kembali peta kekuatan Islam sebenarnya telah diambang keberhasilan. Satu demi satu yang dulunya tercerai berai telah kembali berikrar setia pada beliau. Namun , Allah berkehendak lain, setelah berjuang keras sekitar 5 tahun menjaga amanah kepemimpinan umat, dan setelah melewati berbagai fitnah dan deraan, Khalifah Ali menyusul kekasih hatinya, Rasulullah SAW dan FAtimah Az-Zahra menghadap Sang Pencipta, Allah SWT.

Hari itu, tanggal 19 ramadhan tahun 40 H, saat beliau mengangkat kepala dari sujudnya, sebilah pedang beracun terayun dan mendarat tepat di atas dahinya. Darah mengucur deras membahasi mihrab masjid. “Fuztu wa rabbil ka’bah. Demi pemilik Ka’bah, aku telah meraih kemenangan.”, sabda Ali di tengah cucuran darah yang mengalir. Dua hari setelahnya, Khalifah Ali wafat. Ia menemui kesyahidan seperti cita-citanya. Seperti istrinya, Ali juga dimakamkan diam-diam di gelap malam oleh keluarganya di luar kota Kuffah.

Di detik-detik kematiannya, bibir beliau berulang-ulang mengucapkan “Lailahaillallah” dan membaca ayat, “Faman ya’mal mitsqala dzarratin khairan yarah. Waman ya’mal mitsqala dzarratin syarran yarah.” yang artinya, “Siapapun yang melakukan kebaikan sebiji atompun, dia akan mendapatkan balasannyanya, dan siapa saja melakukan keburukan meski sekecil biji atom, kelak dia akan mendapatkan balasannya.”

Beliau sempat pula mewasiatkan nasehat kepada keluarganya dan juga umat muslim. Di antaranya : menjalin hubungan sanak keluaga atau silaturrahim, memperhatikan anak yatim dan tetangga, mengamalkan ajaran Al-Qur’an, menegakkan shalat yang merupakan tiang agama, melaksanakan ibadah haji, puasa, jihad, zakat, memperhatikan keluarga Nabi dan hamba-hamba Allah, serta menjalankan amr maruf dan nahi munkar.

Islam telah ditinggalkan oleh satu lagi putra terbaiknya. Pengalaman heroik hidupnya telah melahirkan begitu banyak kata-kata mulia yang mungkin akan pula menjadi abadi. Ia menjadi inspirasi bagi setiap pemimpin yang ingin membawa bumi ini pada ketundukan kepada Allah SWT.

Saat ia dicerca dari banyak arah, lahirlah perkataan beliau : “Cercaan para pencerca tidak akan melemahkan semangat selama aku berada di jalan Allah”.

Saat beliau mesti menerima kenyataan pahit berperang dengan sahabatnya sendiri, dan juga mendapatkan persahabatan dari oarng yang dulunya menjadi musuh,lahirlah : "Cintailah sahabatmu biasa saja, karena mungkin ia akan menjadi penentangmu pada suatu hari, dan bencilah musuhmu biasa saja, karena mungkin ia akan menjadi sahabatmu pada suatu hari".

Beliau juga sangat menghormati ilmu. Tidak terkira banyaknya, kalmat bijak yang keluar dari mulutnya tentang keutamaan mencari ilmu. Ia juga menyarankan orang untuk sejenak merenungi ilmu dan hikmah-hikmah kehidupan. Kata beliau, "Renungkanlah berita yang kau dengar secara baik-baik (dan jangan hanya menjadi penukil berita), penukil ilmu sangatlah banyak dan perenungnya sangat sedikit".

Khalifah Ali ra adalah sebuah legenda. He is a legend. Dan legenda tidak akan pernah mati. Bisa jadi, saat lilin-lilin di sekitar kita mulai padam satu persatu, dan kita kehilangan panduan karenanya, maka pejamkanlah saja sekalian matamu. Hadirkan para legenda-legenda Islam itu, termasuk beliau ini, dalam benakmu dan niscaya ia akan menjadi penerang bagimu...seterang-terangnya cahaya yang pernah ada di muka bumi.

Rabu, 10 Oktober 2012

UNTUK APA SIH KITA HIDUP?





sering juga mempertanyakan itu, kenapa TUHAN  "cape cape" meciptakan sebuah episode episode yang jika ditelaah semua orang mengalami putaran hidup yang sama..

begitu-begitu saja..

 barangkali yang membedakan adalah bagaimana kita memandang semua "amanah" ini menjadi sesuatu yang luar biasa yang berarti kita telah menunaikan janji sebagai mahluk paling mulia yang diciptakan TUHAN..

 tak mungkin TUHAN memubazirkan manusia yang dilahirkan, kecuali kita sendiri yang ingin hidup kita mubadzir, tak ada manfaat, dan hanya berkutat pada urusan perut sendiri, nama baik sendiri, pujian sendiri, jabatan sendiri, kemarahan sendiri, balas dendam sendiri, mencaci sendiri, memaki sendiri, memuji sendiri  yang sebenanrnya hanya menunggu mati sendiri....

dilahirkan, sekolah, lulus, karir cemerlang, semua kadang menenggelamkan pada urusan-urusan nafsu belaka yang kadang entah untuk apa, jika kita tak faham buat apa mekanisme rotasi hidup itu berlaku.......:DD

#renungan untukku dan untuk kita......

Rabu, 03 Oktober 2012

MENIKAH (L) AH!!!


;;) MENIKAHI WANITA CANTIK ;;)

♥ Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) bersabda kepada Umar bin Khoththob (رضي الله عنه);

"Maukah aku beri tahukan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki ?
Yaitu istri shalihah y̲a̲n̲g̲ ̲a̲p̲a̲b̲i̲l̲a̲ ̲d̲i̲p̲a̲n̲d̲a̲n̲g̲ ̲a̲k̲a̲n̲ ̲m̲e̲n̲y̲e̲n̲a̲n̲g̲k̲a̲n̲n̲y̲a̲, apabila diperintah akan menaatinya, dan apabila ia pergi si istri akan menjaga dirinya untuk suaminya."
[HR. Abu Dawud]

@>-- Beberapa point yang menyenangkan pandangan yaitu;
1. Karena keindahan dan kecantikannya secara lahir, atau
2. Karena akhlaknya yang bagus secara batin, atau
3. Karena si istri senantiasa menyibukkan dirinya untuk taat dan bertakwa kepada Allah (عزوجل).
[Ta’liq Sunan Ibnu Majah, Muhammad Fuad Abdul Baqi, Kitabun Nikah, Bab 'Afdholun Nisa']

=]min Maka.. nikahilah wanita yang dalam kacamata kita wanita tersebut punya t ingkat (kecantikan) dimana kita cukup merasa senang dan tenang dengan melihatnya sehingga bisa lebih menjaga pandangan dan kemaluan.



Mencari istri cantik itu perlu tapi jangan. mengesampingkan bagian agamanya karena kita mencari teman hidup bukan sekedar teman tidur.

Selamat berburu ! :D

MENGEREM NAFSU

keinginan tentu boleh..asal jangan berlebihan dan tidak keluar syariat
=== ... DIPERBUDAK KEINGINAN ? ... ===

Mari tafakuri bila kita ingin suatu barang yang kita sukai, apakah kita diperbudak keinginan sehingga mengalahkan akal sehat ?

Selalu memenuhi pikiran siang dan malam, semakin ingin, semakin ada seribu satu alasan untuk bulat hati segera memilikinya

Seakan tak bisa ditunda lagi, tak peduli dengan harga mahal, walau harus nyicil sekalipun, tak ada y

ang bisa menghalang-halangi

tak ingat pahitnya orang yang miskin sulit uang, yang lapar, yang didlilit hutang, tak takut dengan hisab/perhitungan disisi Alloh

Tapi bila telah dimiliki, ternyata kesenangannya hanya sesaat saja, sangat tak sebanding dengan perjuangan dan pengorbanannya

Tak lama kemudian, barang 'spesial' itupun teronggok begitu saja, seperti barang yang tak berharga, dilirikpun jarang, beda sekali dengan saat menginginkannya

Tinggallah perhitungan di sisi Alloh, karena setiap rupiah adalah amanah Alloh, yang harus dipertanggung jawabkan.

Seharusnya kita amat cerdas, bisa menafakuri pelajaran-pelajaran dari yang sudah terjadi, dan memperhitungkan resiko yang nanti harus dihadapi
- KH. ABDULLAH GYMNASTIAR-

saat hidup dan mati yang merugi

manusia yang paling merugi dalam hidupnya adalah manusia yang hanya meninggalkan 3 hal saat matinya...:
1. namanya
2. tanggal lahirnya
3. tanggal wafatnya

.....

Selasa, 02 Oktober 2012

PERDEBATAN AGAMA

akhir akhir ini entah kenapa sy selalu dijalurkan dengan "tidak sengaja" pada page page yg berisi perdebatan perdebatan seputar agama...sejujurnya sy agak jenga' juga dengan "perang" pemikiran ini

padahal menurut sy dalam agama tidak hanya tentang bagaimana "melogikakan' setiap hukum tertulis,tapi juga membatasi "kecerdasan"- yang memang terbatas- dengan keimanan..

tapi hampir semua tak menemuka

n titik temu..ya memang takkan menemukan titik temu karena banyak yang memasang status atau mengomentarinya bukan didasari "keingin tahuan akan kebenaran".akan tetapi lebih melihat kelemahan dari "lawan" agamanya itu

yang terjadi adalah pelecehan pelecehan keimanan dan tanya jawab yang tidak berisi..

sy fikir FB bukan tempat perdebatan perdebatan itu,meski tentu saja semua orang berhak brteriak sekencang kencangnya di akun mereka.bukankah dalan mencari ilmu ada caranya?

namun semakin dikeluarkan "senjata-senjata" yang menyudutkan agama lain,justru semakin terlihat keterbatasan kita sebagai manusia dalam memandang konsep KETUHANAN yang MAHA SEMPURNA..

saat prtanyaan prtanyaan seputar kesempurnaan Tuhan sudah tak mampu dijangkau akal,disinilah keimanan diuji...jadi kenapa mesti repot repot mempertanyaan sebuah dzat yg sudah sempurna dengan ketidak sempurnaan?...

#wallahu alam bis shawwab..

sungguh hanya Alloh yang maha mengetahui dan aku berlindung dari segala godaan syetan yg terkutuk...aamiin

Senin, 01 Oktober 2012

INDAHNYA ISLAM DALAM SHALAT







ANTARA SE “SAMA” DAN BERBEDA
Oleh : Yang juga prihatin dan bersedih

saudara-saudaraku yang dimuliakan Alloh ..

Lihatlah betapa indahnya kita.....

Bersujud hanya pada 1 Tuhan, dengan :
arah yang sama
waktu yang sama,
bacaan yang sama,
gerakan yang sama, dan yang “sama” terpenting
tujuan yang sama,
kitab yang sama,
bahasa yang sama

meski terpisah oleh jarak yang bermil-mil jauhnya.

bencilah hanya pada mereka yang menistakan agama,
tapi "karim"kanlah akhlak kita, karena kita berbeda...
bencilah hanya pada mereka yang menghina ALLOH dan BAGINDA,
tapi tetaplah mengasihi, karena memang kita berbeda...

karena RASUL kita…
tiada pernah dendam, tak pernah menghina, dan tak pernah menista
lidah dan kata nya yang terjaga, sikap dan laku nya yang mulia

Lembutkanlah hati dari kemarahan kita
karena kita kuat..
kasihilah hati dari kebencian kita
karena kita memang kuat...

karena...
KIta berbeda dari mereka....

sangat berbeda...

peace & Love.

Sedahsyat Apapun mereka menghinamu,
kami mencintaimu ya MUHAMMAD …
Rasulullah….
.




















LELAH?

sebuah kelelahan yg menyenangkan..

adalah ketika kau mengabdikan diri bukan untuk mencari kedudukan dihati manusia.karena meski kau dicaci maki dan dijauhi,niatmu untuk bermanfaat tak perlu tercium harum..

adalah sebuah penghambaan yg sejati jika apa yg kau lakukan adalah untuk menyenangkan sang pencipta.meski sejatinya,Dia yang MAHA dr segala MAHA tak pernah memerlukan apa apa dr ciptaannya..

#filosofi bunga bangkai..

-SS-

RINDU UNTUK NENEKU TERCINTA

sebait lirik rindu

oleh Sep Suhermin pada 9 September 2010 pukul 4:33 ·
6 syawal akn datang, dan saat itu pada 4 tahun yg lalu ku ingat kau menangis dgn memeluku dan berulang x mengucp kata maaf terakhr dalam kebanggaanmu thdpku,aku tak ingn menaklukan dunia dgn tahta, karena kau hanya mengajriku dgn tanpa bcara dunia bsa tertundukan, engkau ribut dan ku terbangun dalam tahajudmu.kini, ku lanjtkan hdpku dgn sebait rindu padamu..istirahatlah dsana nek!kami penerusmu tak pernah berhenti berjalan dalam rindu..kau sudah damai berada dtempat terbaik..aku mencintaimu neneku tersayang,dan ku merindukanmu kini dan slamanya

PEMBANTU YANG MENJADI "GURU"

penghargaan kecil untk bibi

9 November 2010 pukul 19:49 ·
pagi pukul 7 lewat,engkau menangs!aku duduk diatas kursi biru nyaman,dgn berbgai aksesori teknologi yg termodernisasi.engkau terjongkok dgn peluh keringat dan bju apek yg sederhana..nenek tua yg berkeringat keras untk suami dan anak2mu..engkau mengaduh padaku yg hanya mampu menggenggam jemarimu untk sjenak membuatmu membinarkn mata bhagia..ya Allah bi2!aku tak pernah tau bahwa sisa rejeki yg kami suap untk perut yg trus menagih rasa kenyang,engkau ambil puing2 nasinya,meski hanya segempal telapak tangan,kemudian engkau nikmati..yaAllah bi2!aku malu!engkau menyelamatkanku dan kami,dari kejahatan memubadzirkan makanan kami..engkau hanya ingn ikt menikmati dari ludah yg kau anggap nikmat...ya allah bi2!dan kau bersyukur karena sisa yg kami buang adalah rejeki yg membhagiakanmu..bi2!anda sangat mempermalukanku dhadapan Tuhanku,karena mungkin kelak Tuhan akan memintaku bertanggung jawb...bi2ku kau bukanlah pembantuku,kau adalah guruku yg mampu menampar keras aku,khalifah bumi yg berjalan dalam arogan...kita semua,yg mrasa petinggi,harusnya MALU!ada yg lbih mulia dan layak dhormati...dan dia berada dkat dengan perut kita

para pengurus negeri....memang hebat

9 April 2011 pukul 7:18 ·

ngenes liat keadaan sekolah sekolah sekarang...3 ruang kelas SD di purwakarta roboh, belum lagi dikota-kota lain, anak-anak harus mengantri belajar tiap 2 jam sekali...kumaha ieu teh pak ?????....anda-anda sekalian malah sibuk mau bikin gedung baru harga triliyunan..belum lagi gaji-gaji anda yang rewel dan pada akhirnya naik juga...hebat..hebat..hebat!!! gaji cuma buat bayar pulsa buka situs porno saat rapat( yang memang kerjanya cuma rapat dan rapat)..congratulation pak dan bu para pengurus negeri...kita akan ketemu di akhirat nanti dengan berbagai macam tuntutan dari kami..congratulation..anda-anda semua HEBATTTTTTT..kami tidak menyesal memilih anda...sebab kami akan teriak nanti!!!! disana dihadapan TUHAN...itu janji kami...hebat-hebat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

SELEMBAR PERKAMEN UNTUK TUHAN


17 Oktober 2011 pukul 20:49 ·

dgan menyebut namaMu yg agung dan tak tertandingi..aku menyapaMu dalam syukurku menjadi hambaMu..ya Allah pemilik tata surya hingga manusia memiliki hak untk terpejm dimalam hari,dan terbangun dalam rotasi fajar,izinkan aku menengadah dalam doa akan kegelisahanku yg tiada berujung dan ijinkan ku mengungkap bak anak2 kecil yg mengungkapkan rasanya tanpa terganggu kata2 dalam kesucian

..Tuhanku,takkan pernah habis rasa syukurku akan kasih yg tak pernah berhenti kau beri,namun kefanaanku terkadang membuat rasa lelah akan dunia ini.dgan kehendakMu aku rebahkan dahulu smua semangatku pada doa

.ya rabbi,kau saksi bgaimana skuat tenaganya ku hadapi sbuah ujian yg tak pernah kuungkap,yg hanya kuceritakan pada cahayaMu.namun kelemahanku membuatku kadang gelisah dan menyerah.aku tak tahu bgaimana kuhadapi ini,benarlah kiranya jika sunah rasulmu berkata bhwa kematian adalah anugerah teragung bg stiap muslim.

aku berlindung pada nafsu yg kejam pada dunia yg menjauhkan dari kasihMu.

Allahku Allah sluruh mahluk,aku bukanlah pria tampan atau perkasa,namun aku punya cinta yg ingn ku kasihi pada yg hak atas restuMu,aku bukanlah manusia penuh harta namun ijinkanlah aku mampu bersedekah bhkan sekecil kerikil.aku juga bukan hambaMu yg shaleh,namun ijinkanlah aku terus menyapaMu stiap senja,petang dan tengah malam.

Tuhanku,aku memang lelah namun jgn cabut rasa syukurku hanya karena lelahnya tubuh yg membungkuk,amarah yg tak terungkapkan karena sabar.biarkan ku bersama kedamaian dgan menyerahkn sgalanya atas ridhaMu dan kehendakMu atas janjimu mengampuni dosa dosa hambamu.

ya Allah,aku percya ujianMu ini akn berujung.bhkan kalaupun tidak,maka Kau sdang berencna sbuah hadiah indah untuku.aku ikhlas menjalaninya..hingga nanti ku terima anugerah agungMu yg pasti atas kehendakmu.insya Allah.amin

PERKAMEN UNTUK TUHAN PART 2


18 Oktober 2011 pukul 19:13 ·

kini aku tergeletak dalam kepasrahan ujianMu.
aku tak ingn bnyak hal didunia ini hanya untk memuaskan keliaranku.aku terlentang pasrah dipembaringan tubuhku jika kurasa telah sempurna ikhtiarku.
ya Allah,Tuhan yg tak tiada sekutu,ijinkan tubuhku kembali berjalan meski dalam kekuatan yg terbatas atas hendakMu.
seperti hr ini,jam ini kuputskan untk menyerah dan ikhlas kau ambil kenikmatan yg menjadi sahabtku.namun,esok hari biarkn ku gunakan kembali smua anugrah yg kau modalkan padaku.dan kini,dsini aku pasrah,aku pasrah pda apapun kehendakMu.rambut,wajah,tangan,kaki,dan smua yg kumanfaatkan untk mengisi waktuku adalah PunyaMu.maka takan pernah kukeluhkan jika kau ingn mengambilnya.karena ku yakin kau telah mempersiapkn penggantinya.amin

PERKAMEN UNTUK TUHAN PART 3

20 Oktober 2011 pukul 21:49 ·



bnyak yg mencoba membuatku gembira.bnyak yg coba membuatku perih,menyakiti bhkn membunuh.namun rasaku hampir mati.karena kau berdiri diatas ubun2 melindungiku.aku tak paham hingga kau meridhai untku berilmu.

PERKAMEN UNTUK TUHAN PART 4


21 Oktober 2011 pukul 22:22 ·


hr ini ku terima pujian2 indah yg diuji dariMu untuku.layakah ku berbangga dan tersenyum?tidak..namun ku kembalikan padaMu sbgai pemiliku.tak ada yg harus berubah,seperti halnya fakta keagunganMu.

namun,duniapun telah menggelincirkan wajah dan perilaku polos menjdi liar tiada kendali.ada yg mengganjal di hatiku yg tak mampu tersentuh logika.aku kembali kau anugrahkan cinta..

ya Hakim dari segala hakim,cabutlah ketakutanku bhwa dunia ini hanya fatamorgana yg usang yg akan terayapi.aku slalu menghirup udara pagi,cerah,mendung,tetapi tiada alasan untku smakin rindu pada pangglan dunia.umurku menggerogoti kodrat dosa.pesta~pesta hanya membuatku gersang.ya allah,sudikah kiranya restuMu membwaku pada kesendirian yg damai bersma nama namaMu yg agung?

aku tak kuasa lg menghadapi kejahatan penyakit hati yg berbisik pada dunia bhwa aku sasaran empuk untk menjadi budaknya.dgn sgala kejayaan dan gelimang harta.

tidak..Tuhan..kumemohon Tidak untk itu.ijinkan ku tetap dJalanMu saja,meski dgan makian dsana sini,cibiran dan kedzaliman.aku hanya ingn dganMu meski dgan cra yg sederhana....

PERKAMEN UNTUK TUHAN PART 5

24 Oktober 2011 Pukul 03:55

Dimanakah sepi yang membuatku tidur dalam tentram?dsini dan skarang ini saat senjaMu mulai tampak diupuk timur.aku menemuiMu Tuhan.menyapaMu terasa seperti meminum susu.aku tak berharap bnyak untk hari ini.hanya ingn dganMu sepanjang nafas yg mungkn berakhr hr ini.amin

PERKAMEN UNTUK TUHAN PART 6

25 Oktober 2011 pukul 22:16

Tuhan aku msh tak mengerti,bnyak kilah2 melayang di otaku tentang dunia.apa misiku hingga Kau hendaki ku berjalan2 didunia?aku tak pernah berkelahi namun rasanya tubuhku hancur babak belur.

adat,cita2,aturan,alasan yg sbetulnya tak kau haruskan,menjadi penyulit dr kemudahan yg kau tawarkan.ya Allah,smakin ku dicaci,smakin ku dimaki,smakin ku dipndang hina,aku smkin ingn dekatMu.karena kekuatan yg tak tau drmana,menyentuhku saat kau ku cengkrama.jgn uji aku dgan kejayaan,nama baik,harta dan pujian2 semu,kar3na rasanya hatiku mati..

aku mash blum mengerti Tuhan.karena itulah ijinkan Aku berilmu.man jadda wa jadda.amin